Tuesday, January 23, 2018

Pimpin Rapimnas, Presiden Jokowi Tegur Kinerja Buruk Tahun 2017 Para Gubernur

MITRAPOL.com – Mengawali tahun 2018, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas), yang dihadiri oleh 34 Gubernur dan 34 Ketua DPRD dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, Joko Widodo juga mengevaluasi Kinerja para Gubernur selama tahun 2017 kemarin. Ada beberapa Gubenur yang kena teguran dari Jokowi langsung, dikarenakan raport kerjanya tidak meningkat atau stagnan, bahkan cenderung menurun?.

"Saya yakin para Gubernur yang hadir bisa mengevaluasi kinerjanya masing-masing, jika ada kendala, lihat di sisi mana dan kenapa?. Apabila dipandang perlu mengganti staf nya yang malas bekerja, ganti saja. Jangan takut itu titipan si anu, rekom si itu, bersihkan, jangan sampai Bapak Gubernur tidak bisa bekerja karena Faktor X," tegas Jokowi dalam rapat saat menegur Gubernur yang dinilai kinerjanya lambat.

Perlu diketahui semenjak kepemimpinan Presiden Jokowi, kegiatan Rapimnas ini rutin di selenggarakan setiap awal tahun selama, bertujuan agar para Gubenur yang hadir paham kelemahan atau keunggulan suatu daerah dengan adanya evaluasi langsung ini.

Selain itu, Rapimnas ini juga di hadiri oleh Ketua DPRD masing-masing daerah, agar dalam pengeluaran kebijakan daerah oleh pihak DPRD dalam masalah keuangan belanja daerah, bisa dapat sedikit gambaran dari hasil evaluasi ini.

"Ingatlah, sebentar lagi daerah-daerah akan mengadakan Pilkada. Saya titip pesan kepada pimpinan daerah, agar bisa menjaga kondisi daerahnya masing-masing. Ciptakan kondisi aman tenteram walau berbeda pilihan," kata Jokowi di depan Gubenur dan Ketua DPRD se Indonesia.

Gubernur Papua  Lukas Enembe (kiri) dan Reporter Istana MITRAPOL.com.

Pantauan MITRAPOL.com dilokasi, turut hadir dalam acara Rapimnas terebut, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan serta beberapa Menteri Kabinet Kerja lainnya.

Sementara Gubernur Papua Lukas Enembe, yang juga hadir dalam Rapimnas yang dipimpin Presiden. Setelah rapat selesai saat ditanya mengenai kabar maraknya gizi buruk dan banyaknya anak-anak dan balita yang meninggal di Asmat Papua.

Lukas mengatakan bahwa semua itu kewenangan dari Dinas Kesehatan yang telah di tugaskan, dan sekarang menjadi tugas nasional.

“Semua itu karena faktor tenaga medis yang tidak betah disana dan masyarakatnya tinggal di pedalaman yang jauh dari jangkauan tenaga medis. Semua akan di upayakan dengan bantuan tenaga medis dari aparat TNI dan Polri,” ucap Lukas singkat.

Reporter : d. karta

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: