Tuesday, January 30, 2018

Pengurus Ranting Parpol PDI Perjuangan Hidup dalam Kemiskinan

MITRAPOL.com - Alangkah aneh di negara yang kaya raya dengan hasil-hasil alamnya ini, yang juga anggota Forum G-20, yaitu kelompok negara-negara maju dan berkembang. Ternyata faktor kemiskinan dan pengangguran masih menjadi masalah yang belum dapat diselesaikan dan dituntaskan oleh Pemerintah.

Jemmi penjaga makam TPU Desa Purawiwitan.

Sepantasnya Pemerintah kembali membaca amanat konstitusi UUD 45 pada pasal 33 ayat 3 yang menyatakan bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Bila Pemerintah konsisten menjalankan roda pemerintahan sesuai ayat ini, maka seluruh kekayaan alam yang ada di bumi Indonesia sejatinya digunakan untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia.

Bila kita mengevaluasi kinerja Pemerintah berdasarkan pada ke-3 pasal dalam UUD 45, yaitu : pasal 27 ayat 2 ; pasal 34 ayat 1; dan pasal 33 ayat 3 maka dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia semenjak masa Orde Lama, kemudian Orde Baru hingga Orde Reformasi saat ini, belum dapat memenuhi amanat konstitusi UUD 45 untuk memakmurkan dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia, yang bebas dari kemiskinan dan pengangguran. Faktanya masih banyak saudara-saudara kita sebangsa setanah air yang menganggur (tanpa pekerjaan tetap) dan hidup dalam kemiskinan (bahkan dibawah garis kemiskinan) dalam negara yang kaya raya dan telah merdeka selama 68 tahun ini.
Saksikan Videonya Disini

Seperti halnya yang dialami, Jemmi (65) bapak 3 orang anak yang bekerja sebagai pengurus makam di TPU Desa Purawiwitan Kecamatan Way Tebu Kabupaten Lampung Barat, selama 5 tahun, ia menjadi pengurus makan guna menggantungkan hidupnya. Tapi apa mau dikata pekerjaannya belum juga bisa membantu memperbaiki keadaan ekonominya karena propesinya ini tidak bergaji hanya apabila ada orang atau warga yang berjiarah ia diberi uang dan itupun bersipat sukarela dan tidak menentu. 2 tahun terakhir ini sang istri jatuh sakit tapi, dirinya tidak bisa banyak berbuat.

“Selain sebagai pengurus makam hingga saat ini saya juga aktif dalam organisasi sebagai pengurus ranting Parpol PDI Perjuangan yang di akui sejak tahun 1999 sudah banyak wakil rakyat yang telah duduk di kursi DPRD, namun belum ada yang mengingat nya, bukankah para perwakilan tersebut harus turun kebawah," ucap Jemmi dengan nada kecewa.

Masih katanya, mungkin inilah gambaran kehidupan bahwasanya banyak penguasa yang lupa dari mana asalnya, hingga tak ada lagi solidaritas kepada pendukung nya.



“Bukan hanya saya yang hidup sengsara, tapi masih banyak lagi yang mungkin mengalami nasib yang kurang beruntung. Harapan bagi kita semua dan dukungan program pemerintah agar setiap individu di negeri ini dapat merasakan kesejahteraan hidup,” pungkas Jemmi.

Reporter : sugara

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: