Monday, January 8, 2018

Miris ! Warga Miskin di Sukajadi Tak Terjamah Bantuan Pemerintah

MITRAPOL.com – Di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah banyak program bantuan sosial bagi masyarakat miskin. Bantuan-bantuan sosial ini sangat diharapkan bisa membantu dalam meningkatkan perekonomian warga diseluruh Indonesia yang kurang mampu ataupun masyarakat miskin.

Kondisi rumah Jari yang sudah tidak layak, (insert) ruang dapur di rumah Jari yang memprihatinkan. 

Amanat Presiden Joko Widodo untuk pengentasan masyarakat dari kemiskinan ialah memberikan bantuan sosial secara tunai.

Provinsi Banten sedang merancang program kartu multiguna sebagai akses pelayanan dasar bagi masyarakat tidak mampu. Program Jamsosratu (Jaminan Sosial Banten Bersatu) merupakan program replikasi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Asuransi Kesejahteraan Sosial (Askesos) dari Kementerian RI.

Pencairan dana bantuan Jamsosratu diawal tahun 2018 sudah diterima oleh sebagian warga yang kurang mampu, khususnya Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Jamsosratu yang sudah dijalankan sejak tahun 2013 di Provinsi Banten mempunyai ketentuan atau persyaratan seperti punya anak sekolah, ibu hamil dan syarat lainnya untuk menerima bantuan sosial Rp. 2.250.000 dalam satu tahun.

Namun lain halnya dengan keluarga kurang mampu (warga miskin) yang satu ini, yang belum pernah merasakan bantuan sosial dari program pemerintah, dia adalah Jari, pria kelahiran Pandeglang, tahun 1945 yang tinggal bersama anak tiri perempuannya bernama Marniah kelahiran Pandeglang tahun 1961 yang tinggal di Kampung Pakojan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Saksikan Videonya Disini

Saat disambangi MITRAPOL.com di rumah yang ditempati oleh Jari yang sudah sangat memprihatinkan ini, Kamis (04/01/2018). Kepada MITRAPOL.com dirinya mencurahkan kesedihan hatinya, karena merasa kurang adanya perhatian dari pemerintah setempat.

“Saya ini belum pernah merasakan bantuan dari pemerintah, tidak seperti warga lain yang mendapatkan bantuan pemerintah. Saya bukan sirik dengan warga lain, tetapi apa kepala desa ataupun staf desa tidak mengusulkan saya dengan melihat kondisi saya seperti ini,” beber Jari.

Dibeberkannya, saya sudah tidak bisa usaha lagi, sudah hampir 3 tahunan saya dirumah saja yang hanya dinafkahi oleh anak tiri yang saya asuh dari umur 3 tahun yang hanya dagang ikan mentah keliling.

“Apakah saya ini dan anak saya yang sudah tua ini, yang kadang makan dan kadang tidak makan, tidak berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan apakah kami bukan warga Indonesia jadi program orang miskin yang di usung pemerintah tidak sampai kepada kami,” tegas Jari dengan raut wajah memprihatinkan.

Jari dan anaknya ini berharap kepada Kepala Desa Sukajadi bahwa sudah seharusnya bisa melihat dan merasakan penderitaan warganya seperti apa.

“Anak saya hanya mendapatkan untung hasil jual ikan Rp. 30 ribu perhari, itu pun apabila dagangannya habis,” ungkapnya.

Hasil informasi yang dihimpun dari salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan ini, membenarkan keadaan kehidupan Jari memang harus diperhatikan pemerintah.

“Ia betul, memang keseharian bapak Jari itu hanya dirumah saja. Duduk menunggu anak tirinya pulang dagang ikan keliling. Seharusnya layak mendapatkan bantuan pemerintah, tolonglah untuk bapak Kades jangan seakan-akan tutup mata dan lihat kondisi warganya seperti apa,” paparnya.

Masa yang lainnya yang masih bisa usaha mendapatkan bantuan, lanjutnya, sedangkan yang kondisinya seperti bapak Jari kok bisa tidak mendapatkan bantuan. “Harapan saya, program pemerintah untuk bantuan sosial kurang mampu ini agar tepat sasaran, yang seharusnya mendapatkan bantuan malah terabaikan. Jangan hanya duduk dikursi empuk, ingat di pilih oleh rakyat dan untuk membangun rakyat, jangan seperti ini yang layak mendapatkan bantuan pemerintah malah terabaikan,” tutupnya.

(dari kiri) Marniah dan Jari

Sementara sampai berita ini ditayangkan Kepala Desa Sukajadi belum bisa dimintai keterangannya. Saat didatangi ke kantornya, salah satu Staf Desa Sukajadi mengatakan jika kepala desa sedang keluar.


Reporter : royen siregar

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: