Breaking

Monday, January 22, 2018

Eksistensi Kesenian Kuda Lumping di Era Modernisasi

Eksistensi Kesenian Kuda Lumping di Era Modernisasi

MITRAPOL.com – Guna melestarikan kesenian adat budaya Indonesia. Masyarakat Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung tak henti-hentinya terus menampilkan kesenian Kuda Lumping atau Kuda Kepang.

Kebudayaan seni Kuda Lumping yang terus di lestarikan, Solehan Cs. 

Dari bekal melestarikan kebudayaan daerah yang menjadi sumber kebudayaan nasional sebagai pendorong pembangunan ekonomi kerakyatan yang diharapkan mampu mendongkrak perekonomian bangsa. Tanpa adanya sistem kapitalis yang merusak Norma dan Budaya Nusantara, demi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) nya sehingga mampu berjalan dengan sinergis.

Baru-baru ini kita kerap mendengar berita tentang diklaimnya kesenian adat Reog Ponorogo oleh Malaysia dan menyebutnya dengan Barongan. Itu tidak terlepas dari minimnya perhatian pemerintah dan generasi muda kita terhadap aset-aset Budaya Bangsa. Kondisi demikian saat ini bisa jadi akan terus berulang, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terjadi pada Seni Kuda Lumping yang di era jaman now ini hampir terlupakan seiring ‘Perubahan Jaman’.

Kuda lumping kini tak lebih hanya sekedar tontonan dan peninggalan budaya yang keberadaannya makin tergerus oleh masuknya budaya-budaya asing. Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan menaiki kuda tiruan. Ia disebut dalam syair lagu dangdut yang terbuat dari anyaman bambu (kepang).
Saksikan Videonya Disini

Dalam memainkan seni ini, biasanya juga di Iringi dengan musik khusus yang sederhana, karena hanya permainan rakyat yaitu, dengan gong, kenong, kendang dan slompret, alat musik tradisional yang mungkin kurang di minati oleh anak-anak generasi muda saat ini atau yang sering kita dengar ‘Kids Jaman Now’. Karena telah tergantikan oleh drum, gitar dan lainnya.

Solehan, Ketua Grup Lestari Budaya Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Desa Tiga Jaya saat ditemui MITRAPOL.com, Minggu (21/1/2018) menjelaskan, bahwa Solehan terus bersosialisasi dan kerap menampilkan kesenian kuda kepang yang ia pimpin agar dapat terus berkembang, lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas.

"Semoga kelompok kami dapat terus berkarya lebih baik lagi dan menjaga kelestarian budaya asli bangsa Indonesia hingga tidak punah dimakan waktu," ucap Solehan, saat memimpin grupnya menampilkan seni kuda lumping, Ahad (21/1/2018).

Solehan juga berharap agar pemerintah daerah maupun pusat agar terus memperhatikan seniman-seniman adat budaya agar generasi muda mau meneruskan dam melestarikan kesenian budaya.

“Namun demikian harapan tersebut tidak dapat luput dari perhatian pemerintah baik dukungan mengenai kesenian itu sendiri, maupun sarana dan prasarana. Karena kesenian yang ditampilkan tidak hanya untuk satu kelompok tapi harus di saksikan dan dinikmati oleh masyarakat luas. Apa yang akan terjadi jika pentas seni tanpa penonton,” ucap Solehan.

Reporter : wawan satria/sugara

Disclaimer: