Wednesday, January 10, 2018

Banda Aceh Berantas Penyandang Masalah Sosial (PMS)

MITRAPOL.com - Menindaklanjuti instruksi Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah. Petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh telah melakukan penertiban terhadap Penyandang Masalah Sosial (PMS) di Banda Aceh.



Penertiban yang sudah lama dilakukan petugas Satpol PP dan WH di seputaran Banda Aceh. Dalam penertiban tersebut, banyak orang berhasil ditertibkan dan dibawa ke Rumah Singgah milik Dinas Sosial Kota Banda Aceh yang berlokasi di Lam Jabat, Kecamatan Meuraxa, Selasa (9/1/2018).

Walikota Banda Aceh H. Aminullah Usman SE, Ak MM dan Wakilnya Drs. H. Zainal Arifin turun langsung ke Rumah Singgah di tempat penampungan tersebut, Amin-Zainal ikut memberikan arahan kepada pengemis, anak jalanan dan waria yang telah ditertibkan petugas.

"Kita ingin mereka mandiri tanpa harus mengemis di simpang jalan karena itu membahayakan diri mereka, kalau kecelakaan disenggol kendaraan misalnya, Pemko juga yang disalahkan,” ungkap Aminullah.

Bagi yang berasal dari luar Banda Aceh, Aminullah memastikan akan memulangkan mereka ke daerah asal setelah diminta menandatangi surat perjanjian tidak kembali lagi ke Banda Aceh, Walikota meyakini setiap daerah juga memiliki anggaran untuk melakukan pembinaan kepada penyandang masalah sosial di daerahnya.

Aminnullah memastikan, program penertiban akan terus dilakukan di Banda Aceh hingga warga benar-benar merasakan kenyamanan dari persoalan masalah sosial ini.

“Kita akan terus lakukan program penegakan syariat Islam. Setiap ada kegiatan yang melanggar syariat Islam dan adat istiadat Aceh akan kita tindak," tegas Walikota.

Sementara pantauan langsung Mitrapol.com di salah satu kabupaten di Aceh tepatnya di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu (10/1) salah satu lembaga peduli sosial di bawah Kemensos RI di Banda Aceh yang berdiri sejak tahun 2007 silam bersama tim P2TP2A Banda Aceh tiba di Kecamatan Pantee Bidari tepatnya di desa Alue Ie Mirah Dusun Putroe Ijoe.

Pemulangan anak keterbelakangan mental oleh Lembaga Nurussa’dah bersama tim P2TP2A di sambut baik oleh keluarga pasien yang sudah dibina dan direhab di Banda Aceh selama 1 tahun lebih yang juga turut di dampingi oleh Camat Pantee Bidari M. Nasir Sp dan penasehat TKSK Aceh Timur Abdullah Husen T. Muda.

Pemulangan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Alue Ie Mirah M. Jamil bersama Kepala Dusun Putroe Ijoe Muttaqir, dan juga ikut serta tuha 4 gampong/Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan seluruh pemangku kepentingan didesa.

Dalam kesempatan tersebut kepala desa sangat berterima kasih kepada lembaga Nurussa’adah dan tim P2TP2A yang telah membina dan membimbing Icut warganya yang kini telah berubah secara drastis sikap dan perilakunya bagaikan bergantinya siang dengan malam.

“Icut agar tidak pergi lagi dari rumah, karena masyarakat Alue Ie Mirah sudah menerima kembali dia, apalagi dalam kondisi yang sudah sangat baik,” imbuhnya.

Penasehat TKSK Aceh Timur Abdullah Husen T. Muda menitipkan pesan pada Icut agar kembalilah kepada masyarakat dengan aklhak yang baik tanpa ada perbedaan dan penilaian yang positif tentang siapa mereka dan siapa aku sebenarnya.


Dia juga menegaskan kepada pimpinan lembaga Nurussa’adah agar tutupkan pintu rapat-rapat untuk Icut dan jangan terima lagi dia di sana.

Reporter : zulkifli

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: