Breaking

Friday, January 26, 2018

Akibat Tidak Bisa Tahan Emosi, Warga Srinulya Berurusan Dengan Polisi

Akibat Tidak Bisa Tahan Emosi, Warga Srinulya Berurusan Dengan Polisi

MITRAPOL.com - Jajaran Polsek Serbajadi dan Satuan Reskrim Polres Aceh Timur, menangkap terduga pelaku penganiayaan warga Desa Srinulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (25/1/2018).


Kapolsek Serbajadi Ipda Ade Chandra mengatakan dia mendapat laporan dari warga setempat adanya perkelahian yang mengakibatkan jatuhnya korban, Rabu (24/1/2018), anggota Polsek Serbajadi dan satuan Reskrim Polres Aceh Timur, langsung Ketempat Kejadian Pekara (TKP), mengamankan terduga pelakuan  beserta Barang Bukti (BB).

Penganiayaan berat (pembacokan) terhadap Zulkifli (38) Warga Desa Srimulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, oleh Murbalid (43) merupakan tetangganya di Desa yang sama dan mengakibatkan Zulkifli luka robek dibagian kepala serta tangan kirinya juga bagian paha kiri karena bacokan parang, sekitar pukul 12.30 WIB, Rabu (24/01/2018), "pelaku mendatangi korban diladang dan menanyakan kemana kawat pagar milik pelaku, akan tetapi jawaban korban memancing emosi pelaku,"jelas Kapolsek kepada MITRAPOL. com saat dikomfirmasi.

Masih kata Ipda Ade  pelaku merasa jawaban korban sangat kasar sehingga terjadi cek cok mulut berujung dengan perkelahian, pelaku yang pada saat itu juga memegang sebilah parang dengan spontan melayangkan parang ke arah korban dan korban menahannya dengan tangan kiri untuk menghindari parang tersebut, namun parang pelaku lebih mengarah ke arah kepala korban sehingga mengakibatkan korban luka robek dibagian kepala serta tangan kirinya dan juga bacokan mengarah bagian paha kiri, selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Peunaron oleh masyarakat guna dilakukan pengobatan,  kondisi terakhir korban masih sadarkan diri,  penanganan berikutnya korban akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. Zubir Mahmud,” Ungkap Ade Candra.

Pelaku berikut barang bukti sebilah parang selanjutnya dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Aceh Timur guna proses lebih lanjut.


Reporter : zulkifli
Editor : sugeng

Disclaimer: