Friday, December 29, 2017

Walikota Tual Gelar Tatap Muka Bersama Warga Masyarakat Lingkungan Warbal

MITRAPOL.com - Ada tiga tipe pemimpin, yang pertama itu adalah pemimpin yang responsif itu dia harus peka dan dekat kepada rakyat, dia harus tahu kesulitan dan rintihan masyarakat, memang sulit kepala daerah mempunyai agenda dari lingkungan ke lingkungan tetapi nanti dikondisikan agar satu waktu nanti inisiatif itu datang dari lingkungan. Hal itu diucapkan Walikota Tual Adam Rahayaan S.ag, M.si dalam Forum tatap muka walikota tual bersama warga di Mesjid Nurul Iman 99, Selasa (27/12/2017).



“Nanti kepala daerah menyesuaikan saja. Ini di maksudkan agar aspirasi atau keinginan masyarakat itu disampaikan lewat forum seperti ini dan tidak mungkin ibu bapak setiap hari ke kantor dan aspirasi itu hanya datang dari satu atau dua orang saja yang menyampaikan aspirasi secara langsung dan akhirnya sebagian besar masyarakat tidak menyampaikan aspirasi itu secara langsung kepada pemerintah, namun tetapi seperti inikan forumnya cukup dan aplikasi waktu juga cukup untuk menyampaikan apa apa yang perlu untuk disampaikan kepada pemerintah,” ujar Rahayaan.

Dikatakannya, seharusnya forum seperti ini di gandengkan dengan SKPD yang ada untuk menyerap pertanyaan pertanyaan bapak ibu agar terserap langsung ke SKPD-SKPD. Namun tahun ini sudah memasuki tahun tahun politik dan bapak dan ibu pasti dihadapkan dengan satu pesta rakyat yang kita sering dengar pesta demokrasi. Pasti kemasan dari masing-masing orang yang punya hasrat di tahun ini macam macam bentuk dalam bentuk bingkisan, striker, spanduk dan baliho.

“Bahkan saya juga dengar dari masyarakat yang mengatakan sama saja dari pemimpin ke pemimpin paling-paling cuma ganti orang, pasti polanya sama saja,” ungkapnya.

Namun Rahayaan menegaskan bahwa penyampaian itu keliru, dan mari kita saksikan bersama lingkungan ini dulunya belum di hotmiks sekarang suda di hotmiks keliling seluruhnya, dan air pun sudah mengalir namun sementara ini sedang bermasalah. “Penyebabnya adalah ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan pengecoran beton untuk menutupi kran induk dimana kran tersebut yang dapat menyalurkan air untuk para konsumen. Akibat perbuatan itu maka saya Walikota Tual memerintahkan Direktur PDAM Kota Tual untuk melaporkan masalah ini kepada pihak yang berwajib,” tegasnya.

Siapapun Kepala Daerah, sambungnya, kalau tidak mendapatkan dukungan luas dari masyarakat maka kepala daerah tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara ini pemerintah sedang melakukan pembangunan talud (penahan ombak) di sepanjang pantai desa mangon dan fiditan yang direncanakan pembangunannya dari batas pantai sekarang sampai talud yang dibangun itu yang direncanakan jarak sembilan hingga sepuluh meter dari pembangunan talud yang sementara di kerjakan itu.

“Pemerintah kota tual merencanakan kedepan akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang dapur rumahnya menghadap ke laut, akan di rubah agar depan rumah mereka menghadap ke bagian laut dan pemerintah daerah kota tual akan menimbun sepanjang talud yang ada mulai dari manggon sampai ujung desa fiditan,” imbuh Rahayaan.

Dirinya menambahkan, nanti kita buat sekitar berapa meter itu ada pintu gerbang masuk ke pantai sepanjang talud yang ada ditambahkan juga dengan lampu-lampu hias kisaran beberapa meter sepanjang pantai yang sudah di timbun.

Rahayaan menjelaskan, kita ciptakan bagaimana ekonomi itu tumbuh di masyarakat terutama ibu-ibu itu harus belajar mandiri sehingga ekonomi keluarga itu jadi lebih baik. Namun selalu ada komplain dimana mana bahkan diberikan larangan dan lain lain.


“Bagaimana kita mau membangun daerah ini kedepannya karena wajah kota tual pertama kapal Pelni masuk tatapan mata itu mulai tertuju mulai dari pantai fiditan, manggon, dumar, dan sampai di pelabuhan utama. Lanjut persoalan air bersih yang nantinya akan masuk ke rumah rumah ibadah itu, pemerintah memberikan subsidi kepada semua mesjid dan Gereja yang ada di kota tual. Sebab ini adalah bentuk sosialisasi pemerintah daerah agar mendapatkan dukungan dari masyarakat,” tukas Walikota Tual menutup pembicaraan.

Reporter : m. fako

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: