Tuesday, December 5, 2017

Utamakan Pelestarian Seni Budaya dan Pariwista Kota Tua dari Bisnis Semata

MITRAPOL.com - Kota Tua Jakarta terletak di dua wilayah Kotamadya, yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat, Kota Tua Jakarta terkenal di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.



Pokja Kotu Jakarta mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Brigade Anak Jakarta (Ketua Antara Lembaga Bamus Betawi, Tim Pengarah Gubernur DKI Jakarta), Eky Pitung, Tokoh Masyarakat Lokal Kota Tua Jakarta H.M. Arief Haryono, pada pukul 15 : 00 Wib, di Jl. Cengkeh Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta, Senin (4/12/2017).

Dalam pertemuan itu Ketua Umum Brigade Anak Jakarta, Ketua Antar Lembaga Bamus Betawi, Tim Pengarah Gubernur DKI Jakarta Eky Pitung mengatakan dan berharap keberadaan Pokja Kotu Jakarta itu sangat dibutuhkan oleh semua elemen.

“Kami peran aktif Bamus Betawi serta para Jawara dan Pendekar Betawi dalam mendukung pengembangan potensi kawasan Kota Tua Jakarta, serta mendukung pembentukan badan pengelola kawasan kota tua, yang mana pengelolaan kawasan kota tua harus di lakukan oleh pemerintah dan masyarakat lokal, dengan lebih mengutamakan kepentingan pariwisata dan kebudayan di banding kepentingan bisnis semata dan paling utama bagaimana komunitas seni budaya dan pariwisata lebih memiliki peran dalam mengembangkan industri kreatif di kawasan kota tua,” paparnya.

Dijelaskannya, Hal ini dikarenakan kota tua yang seluas 846 hektar dari 5 zona ini mempunyai petensi yang luar biasa di kembangkan, baik dari sisi sejarah, budaya, maupun dari sisi ekonomi sangat berpotensi di kembangkan.

"Jangan hanya bangunan saja yang di lestarikan dan di revitalisasi, tapi masyarakatnya pun harus di jaga keberadaannya dan terutama di kembangkan potensinya," ujar Eky.



Tokoh Masyarakat Lokal Kota Tua Jakarta H.M. Arief Haryono mengungkapkan, masyarakat lokal, baik dari pemilik dan pengelola bangunan sangat mendukung keberadaan Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta terutama. Apabila Pokja Wartawan yang mempunyai fungsi kontrol sosial ini dapat menjembatani masyarakat dan stakeholder dalam memberdayakan potensi wilayah di kota tua terutamanya masyarakat lokal di Kota tua ini dapat berperan aktif dalam setiap aktifitas dan kegiatan di kawasan kota tua.

“Harapan dari masyarakat maupun stakeholder agar segera di bentuk badan pengelola kawasan kota tua, yang mana keberadaan badan pengelola tersebut benar-benar dapat menjadi jembatan bagi masyarakat lokal dan stakeholder dalam mengembangkan potensi wilayah nya masing-masing tanpa adanya ikut campur dari pihak luar yang bukan lahir dan besar di kawasan kota tua," ungkapnya.

Kota Tua kalau bukan kita yang rawat dan jaga, sambungnya, siapa lagi yang mau dan kalau yang dikelola bukan masyarakat lokal kota tua, yang ada malah lebih mementingkan bisnisnya ketimbang sejarah dan budaya kota tua serta asal usul betawi berada.

“Mengenai sejarah Kota Tua, tidak hanya bangunan gedung saja yang harus di perhatikan, namun keberadaan tempat peribadatan dan maqom-maqom para ulama dan habib yang ada di kawasan kota tua ini pun harus benar-benar diperhatikan. Di jaga dan di lindungi, hal ini dikarenakan kota tua tidak lepas dari perjuangan mereka para ulama," jelas Tokoh Masyarakat Lokal Kota Tua Jakarta ini.


Sementara wisata yang ada di Ibukota ini ada Museum Keramik, Wayang, Tekstil dan lain-lain. Ini juga bisa dipromosikan untuk menarik para Wisatawan.

Reporter : sugeng
Editor : andrey



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: