Sunday, December 31, 2017

Terkait Situ Parigi, Pemkot Tangsel Masih Tidak Ada Respon

MITRAPOL.com - Suhanda Johan yang akrab disapa Kimpo kembali menunjukan eksistensinya sebagai pemerhati dan aktivis peduli lingkungan. Selama empat bulan belakangan ini sosok Suhanda Johan rela menghabiskan waktu, tenaga, pikiran bahkan hartanya untuk berbenah melakukan optimasi dan normalisasi daerah pengairan Situ Parigi diwilayah Tangerang Selatan.

Situ Parigi yang kini menjelma asri

Situ Parigi seluas puluhan hektare yang berada ditengah himpitan Kota Bintaro dan BSD, tepatnya dipemukiman warga Kampung Parigi Lama Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan, selama ini telah hilang fungsi dan hanya menjadi sebuah kubangan lumpur juga sumber penampungan sampah.

Namun dengan sentuhan tangan dingin seorang Suhanda Johan Kimpo yang telah menghabiskan biaya ratusan juta dari uang pribadinya ini, sebuah perubahan wujud telah terjadi dan telah mampu mengembalikan fungsi Situ Parigi yang dulu kawasan kumuh, kini menjadi lokasi yang bersih, asri dan nyaman untuk dijadikan tempat bermain dan berolah raga.

Tidak hanya itu Situ Parigi juga ternyata memiliki potensi sebagai cikal bakal kawasan destinasi wisata lokal yang akan mampu menciptakan lahan pendapatan dari aset pemerintah dan juga mendorong sumber ekonomi masyarakat secara umumnya.

Upaya Suhanda Johan Kimpo melakukan penataan Situ Parigi juga telah mengetuk hati dari berbagai pihak yang turut sukarela memberi dukungan. Salah satunya yakni Erizal Ketua Go Green Tangerang Selatan yang merangkap sebagai Ketua Lingkungan Hidup dan Karang Taruna.

"Saya mendukung upaya bang Kimpo yang luar biasa untuk menata Situ Parigi dengan kebutuhan biaya yang sangat besar sejak tahun 2010 saat saya aktif di LSM Samasta Buana. Saya juga pernah melakukan penanaman pohon bantuan dari Kemenpora, kemudian OKP Suvex Go Green juga pernah lounching disini sejak tahun 2014 bersama Asisten Daerah (Asda),” kata Erizal.

Namun keterangan Erizal dijawab oleh pernyataan salah seorang warga yang menjelaskan, bahwa benar sejak tahun 2010 dan 2014 pernah ada kegiatan penanaman dibantaran Situ Parigi, namun pohon tersebut hanya sekilas, setelah menanam tidak diurus secara berkala sehingga satu persatu tanaman mati dan tidak ada lagi.

"Logikanya kalau tumbuh selama 7 tahun, pasti pohon itu akan ada sekarang," tegas warga yang enggan disebutkan namanya ini.

Hal senada disampaikan Suhanda Johan (Kimpo), mungkin selain pohon yang ditanam saat itu kecil-kecil, ditambah lagi sejak awal tahun 2016 lalu, ada kegiatan pengangkatan lumpur oleh pihak Kemendagri yang memungkinkan sisa pohon-pohon tersebut telah tertimbun oleh pembuangan lumpur.

"Sejak pertama saya menata Situ Parigi, tidak ada pohon apa-apa disini, sekalipun ada cuma beberapa saja sekitar 99% pohon itu tanaman baru semua. Bisa dibedakan jenis tanaman saya karena tercatat jenisnya, ukuran speknya dan tanggal tanamnya rata-rata berukuran besar," ungkapnya.

Selain Suhanda Johan (Kimpo) mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak, dirinya juga telah mendapat pendampingan dari Ustadz Syafiin selaku Tokoh Masyarakat Tangerang Selatan.

Syafiin bercerita kepada MITRAPOL.com saat ditemui dilokasi, pada Sabtu siang (30/12) bahwa Kimpo dari kecil memang sudah punya jiwa sosial tinggi, hingga kami beranjak dewasa dia juga dihargai oleh banyak teman akibat kebaikannya.

“Masalah Situ Parigi yang sekarang dibenahi tentu saja saya akan mendukung dan mendampingi kegiatan yang sangat positif ini, bahkan seharusnya Pemkot Tangsel sudah harus turun tangan membantu Suhanda Johan untuk menata Situ Parigi lebih baik," pungkasnya.

Pantauan MITRAPOL.com dilokasi Situ Parigi, nampak nuansa perubahan yang drastis selama empat bulan, dengan dibiayai ratusan juta rupiah dari uang pribadi. Situ Parigi yang semula kumuh, seram dan tidak terawat, kini telah berubah menjadi tempat yang menjadi terawat, memiliki keindahan, ditambah tersedinya drive joggink track yang menambah manfaat untuk dijadikan tempat berolah raga.

Namun ironisnya, pihak Pemkot Tangsel yang dikomandoi Walikota Airin Rachmi Diany hanya bisa jadi penonton dan duduk manis dan tetap bungkam seribu bahasa melihat upaya yang dilakukan Suhanda Kimpo yang dengan mati-matian mengembalikan wujud asri Situ Parigi.

Pasalnya situ parigi yang hampir rata dengan permukaan akibat tumpukan sampah dan rumput liar sudah seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah setempat dalam hal ini Pemkot Tangsel.

Joggink track di Situ Parigi

Melihat pengorbanan luar biasa, Suhanda Johan Kimpo sewajarnya jika Pemkot Tangsel harus lebih peka dengan memberikan dorongan melalui kebijakan untuk menyikapi persoalan yang jelas-jelas adalah kewajiban Pemkot Tangsel yang justru tengah diatasi oleh seorang Suhanda Kimpo secara pribadi dan bahkan tanpa memiliki kepentingan pribadi.

Reporter : CS

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: