Monday, December 4, 2017

Polres Merauke Mediasi Sengketa Tanah Bandara Mopah Merauke

MITRAPOL.com – Kepolisian Resort (Polres) Merauke Polda Papua, dipimpin langsung Kapolres AKBP Bahara Marpaung, SH melakukan pertemuan mediasi permasalahan sengketa tanah antara Pemerintah dan Pihak yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat yang kini digunakan sebagai Wilayah Jasa Penerbangan atau dikenal dengan Bandar Udara Mopah Merauke.

Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung

Usai Pertemuan yang digagas Kepolisian tersebut Kapolres kepada Awak Media di ruang kerjanya menjelaskan hasil kesepakatan atas pertemuan tersebut Senin, (04/12/17) pukul 13:30 Wit.

"Kita selesai pertemuan dengan teman Muspida kemudian Tokoh Masyarakat dan Pihak yang mengaku sebagai Pemilik Hak Ulayat atas tanah bandara yang pada hari Sabtu tanggal 25 November lalu melakukan pemalangan di tanah bandara,” terang Kapolres.

Menurutnya terkait penerbangan ada undang-undang Penerbangan sendiri jadi tidak boleh siapapun melakukan kegiatan yang merupakan perbuatan melawan hukum.

Kapolres menuturkan, Hasil kesepakatan tadi terkait pemalangan Bandara tanggal 25 November 2017 kemaren adalah tidak boleh lagi ada pemalangan di kemudian hari di Area Bandara tersebut apalagi terkait keselamatan penumpang.



“Yang kedua terkait dengan tuntutan hak ulayat yang katanya belum dibayarkan kepada pemilik, kita sudah mengingatkan agar yang bersangkutan apabila merasa memiliki hak untuk lahan tersebut supaya mengajukan gugatan perdata ke pengadilan, tapi itu di jalan terakhir apabila nanti pertemuan dengan Pihak Pemda karena kita disini juga mendorong Pihak Pemda agar memfasilitasi dan melakukan komunikasi supaya melakukan pendataan. Siapa sebetulnya yang berhak untuk menerima ganti rugi atas tanah tersebut karena tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak lain yang nantinya mengaku sebagai Pemilik Hak,” paparnya.

Menurutnya, dari Pihak Dinas Perhubungan sudah memiliki sertifikat atas pengukuran tanah yang sedang menjadi sengketa itu.

Kapolres juga menghimbau kepada Pemda melalui Kepala Dinas Perhubungan agar lebih aktif atas permasalahan tanah tersebut.

Sebelumnya diketahui pertanggal 25 November 2017 lalu sekelompok Warga Merauke mendatangi Bandara Mopah dan melakukan Aksi Pemalangan di lokasi Bandara tersebut dengan tuntutan tanah tersebut belum dibayarkan kepada pemilik Hak Ulayat atas tanah Bandara Mopah Merauke.


Hadir dalam mediasi diantaranya AKBP Bahara Marpaung, S.H Kapolres Merauke, Mayor Nav. Y. Ridwan Kadis Ops Lanud Merauke, Mayor Arm Boby Kasdim 1707/Merauke, Ipda Prih Suteja Kepala Pos Polisi Bandara, Budi Djatmiko Kepala Bandara Mopah Merauke, Ruslan Ramli, S.E., M.Si Staf Ahli Bupati Kabupaten Merauke Bidang Ekonomi dan Keuangan, Rajaksakti Harahap, S.H., M.H Kajari Kabupaten Merauke, Jakobus Duwiri, S.E., M.Si Kadishub Kabupaten Merauke, Drs. Johanes Gluba Gebze Tomas Marind, Usman Budi Utomo Perwakilan Ispektorat Kabupaten Merauke, Keluarga Letuna, Letruna dan Tiotra Pemilik Hak Ulayat Tanah Bandara Mopah Merauke.

Reporter : qodri
Editor : andrey




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: