Monday, December 25, 2017

Penyuluhan Petani Karet dan Buah Dinas Pertanian di Desa Simpang Kuta Baluh

MITRAPOL.com - Untuk meningkatkan hasil produksi yang baik kepada petani maka Desa Simpang Kuta Buluh Kecamatan Sei Bingei bekerjasama untuk mengadakan penyuluhan kepada para petani karet dan buah.



Kades Simpang Kuta Buluh Karim Ginting dalam pembukaan mengatakan bahwa untuk meningkatkan hasil yang baik,dan untuk perawatan nya diperlukan pengetahuan yang baik, "untuk itu kepada para petani diharapkan dengan acara ini dapat berguna bagi kita semua,mari kita sama-sama mengikuti kegiatan ini," ujar Kades. 

Narasumber pada acara tersebut adalah dari dinas pertanian yaitu bapak Arman purba Kabid Ketahanan Pangan dan Agrobisnis dan Masdem Silalahi Staf dinas Pertanian dan pertambangan. Masdem Silalahi dalam materinya menerangkan bagaimana cara pemeliharaan Tanaman Karet.

Selanjutnya dalam pemeliharaan tanaman ada 4 cara yaitu penyisipan, penyiangan, penunasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit. Dalam tanaman karet, waktu kita menderes jangan terlalu dipaksa karena itu akan merusak tanaman karet itu sendiri. Dalam tanaman karet ada 4 jenis penyakit yaitu : penyakit akar yaitu jamur akar putih (JAP),P enyakit bidang sadap mouldyrot,kanker garis,kering alur sadap, penyakit batang dan cabang yaitu jamur upas,nekrosis kulit penyakit daun Collectotricum gloesporiodes,Oidium heveae dan Corynelpora Cassiicola.

Penyakit JAP diakibatkan oleh jamur akar putih Rigidoporus diagnosis. Tanaman yang terserang JAP daunnya menguning dan gugur,akar membusuk, sehingga pohon tumbang.Akar leher akar dan daun/pangkal batang terserang JAP permukaannya ditumbuhi miselium jamur berwarna putih.

Cara mengatasinya pada saat pengolahan tanah,sisa-sisa akar akan disingkirkan dan dibakar serta menanam bibit yang sehat. Menanam penutup tanah kacangan dengan tujuan untuk memecah sumber infeksi, menaburkan biopestisida secara periodik. Pengendalian secara biologis dilakukan dengan penaburan Biofungsida Triko SP plus pada pohon karet dan tunggul.

Untuk penyakit bidang sadap mouldyrat disebabkan cendawan Ceratocystis fimbriata merupakan penyakit bidang sadap yang terutama menyerang pada saat cuaca lembab (musim hujan). Gejala penyakit adalah permukaan kulit pulihan dekat irisan sadap beecak-bercak mengendap membentuk jalur berwarna hitam yang sejajar dengan alur sadap.Pengobatan dilakukan berbahan aktif Benomyl, atau carbendazin atau Trimedefon, dengan kuas selebar 5 cm diatas dan sepanjang alur sadap,dengan interval 7-10 hari.

Penyakit batang dan cabang yaitu jamur upas dan nekrosis kulit, penyakit ini dapat menyerang pangkal percabangan karet, penyakit ini penularan sporanya dengan perantara angin, semut dan serangga lainnya.

“Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan melumas fungisida berbahan aktif tridemorf, memotong cabang atau ranting yang terserang penyakit,”ujar Amran Purba.

Dirinya menambahkan untuk tanaman buah seperti coklat, cara penanaman jaraknya berfariasi, dan untuk tanaman coklat perlu diadakan pemangkasan, ujar Amran Purba mengakhiri.


Acara tersebut dilakukan pada hari Jum'at (22/12) dihadiri Kades, Kapolsek diwakili oleh Bhabinkabtimas Desa Simpang Kuta Buluh, Kasi PMP Sei Bingei.

Reporter : tolhas pasaribu
Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: