Sunday, December 3, 2017

Pelanggan Telkomsel Nabire Kecewa, Jaringan Data Seperti Setan Suanggi Suka Hilang?

MITRAPOL.com - Warga Nabire dan sekitarnya sebagai pengguna setia jaringan seluler Telkomsel, mengeluhkan jaringan data dari salah satu perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia itu. Faktanya jaringan Telkomsel di Nabire sangat tidak memuaskan seperti setan Suanggi karena sinyalnya timbul tenggelam alias lambat loading (lola).

Tower telkomsel, (insert) Setan Suanggi yang paling ditakuti orang Papua.

Hal itu dijelaskan salah satu warga Nabire Papua, yang tidak ingin di sebut namanya sebagai pengguna setia jaringan Telkomsel di Nabire, Minggu (3/12/2017).

"Kenapa jaringan di Nabire tra sama dengan jaringan di Sorong, Manokwari, dan Jayapura?, jaringan di Nabire ni kaya Suanggi saja, sebab jaringannya hilang-hilang. Bagaimana bisa maju Kota Nabire, sedangkan jaman ini salah satunya hidup kita bergantung pada komunikasi yang ada hanya jaringan Telkomsel, jadi tolong tanyakan ke pihak Telkomsel apa kendalanya?," ujarnya kepada MITRAPOL.com.

Kepala Grapari Nabire, Romi saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (30/11/2017) dirinya enggan memberikan komentar terkait hal ini.

"Sebab untuk masalah jaringan sebaiknya konfirmasi ke pihak pelaksana jaringan," ucapnya singkat.

Saksikan Videonya Disini

Di ruang yang berbeda selaku Staf Jaringan Telkomsel Nabire Ressa saat di konfirmasi menjelaskan, dirinya tidak bisa memberikan jawaban terkait hal itu, sebab kami punya defisi tersendiri menyangkut informasi, dan sebaiknya di konfirmasi langsung kepada Kepala Corporate Comunication (Corcom).

“Namun saat ini Kepala Corcom tidak berada di Nabire, sebab saat ini dia sedang berada di Jayapura," terangnya.



Sementara Ketua Corporate Comunication (Corcom) Regional Papua Maluku Muhammad Kadri saat dikonfirmasi via WahatsApp pribadinya, Jumat (1/12/2017) menjelaskan bahwa, kendala yang di hadapi saat ini untuk jaringan di Nabire adalah, karena masih mengandalkan satelit telkom, sebab Fiber Optic Sulawesi Maluku Papua Cable Systim (SMPCS) belum melalui wilayah atau daerah tersebut, karena secara geografis masih terkendala.

“Dalam penguatan sinyal kami selalu berupaya semaksimal mungkin dengan penambahan transport, hanya saja selalu overload dan overload," ungkapnya.

Itu semua, lanjutnya, karena di sebabkan oleh kapasitas dari penggunaan satelit telkom yang terbatas, dan belum sebaik jika sudah menggunakan SMPCS.

“Perlu di ketahui jika di wilayah Sorong, Manokwari dan Jayapura sinyalnya sudah kuat sebab di wilayah itu sudah menggunakan jalur SMPCS milik telkom,” tandas Muhammad Kadri.

Reporter : ronald karambut
Editor : andrey




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: