Wednesday, December 6, 2017

Panwaslu Kabupaten Tangerang Lakukan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif

MITRAPOL.com – Dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif dalam pemilihan umum DPR, DPRD, DPD, dan pemilihan Presiden-Wakil Presiden tahun 2019. Panwaslu Kabupaten Tangerang mengadakan acara sosialisasi pengawasan dan mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk melakukan pengawasan sejak dini sebelum pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang 2018.



Untuk itu, penyelenggara Pilkada yang bertugas melakukan pencegahan dan pengawasan terjadinya pelanggaran dalam Pilbup itu menggelar sosialisasi kepada elemen masyarakat di hotel Paragon Jalan Raya Binong Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Selasa (5/12/2017).

Sosialialisasi yang dihadiri dari berbagai elemen Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan tersebut, menghadirkan narasumber Ketua Bawaslu Provinsi Banten Didih M. Sudi dan anggota Bawaslu Provinsi Banten Ali Faisal.

Pembukaan acara sosialisasi oleh Muslik Ketua Panwaslu Kabupaten Tangerang yang mengatakan, suksesnya penyelenggaraan Pilbup Tangerang 2018 tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat, salah satunya dalam melakukan pencegahan dan pengawasan pelanggaran.

Saksikan Videonya Disini

Menurutnya, masyarakat bisa menjadi subjek sekaligus objek pengawasan pelanggaran dalam Pilkada, sehingga pihaknya merasa penting untuk mengajak semua elemen untuk memahami proses pencegahan dan pengawasan tersebut.

“Sosialisasi ini bertujuan mengajak semua elemen untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengawasan baik di Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019,” ujarnya.

Ia menyadari, jika dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Tangerang yang memiliki hak pilih dengan personel panitia pengawas tentu sangat tidak berimbang, sehingga peran aktif tokoh masyarakat, tokoh agama serta elemen masyarakat lainnya sangat dibutuhkan.



“Jumlah personel kami terbatas, hanya ada 87 Panwascam, 274 pengawas pemilihan lapangan dan 4385 pengawas tempat pemungutan suara, sehingga kami butuh lebih banyak mata dan telinga masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, ia juga berharap melalui sosialisasi itu, masyarakat menjadi cerdas sehingga tidak menjadi korban akibat praktek politik kotor seperti politik uang maupun kampanye hitam. Sehingga dari sosialisasi tersebut juga, peserta yang hadir bisa turut menyampaikannya kembali kepada masyarakat minimal dilingkungan terdekatnya.


“Peran aktif yang kami harapkan juga peserta menyampaikan ke masyarakat hal-hal yang menyangkut pelanggaran pemilu, sehingga jangan sampai ada yang menjadi korban politik sesaat,” tandasnya.

Reporter : sukron
Editor : andrey



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: