Thursday, December 28, 2017

Niat Tawuran, 10 Preman Diamankan dan Satu Pelaku Masih DPO

MITRAPOL.com - Sebanyak 10 orang preman berhasil diamankan dalam Operasi Premanisme oleh jajaran Polsek Somba Opu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Somba Opu AKP Kaharuddin, pada hari Selasa malam (26/12/2017), sekitar pukul 23.00 Wita.



Kapolsek Somba Opu mengatakan, Operasi premanisme ini kami lakukan dengan pola tertutup dan terbuka dengan sasaran lokasi timer yang sering meresahkan warga dan pengendara.

Lebih lanjut dikatakan Kapolsek Somba Opu, saat itu sedang melaksanakan patroli bersama team UKL Polsek Somba Opu, tiba-tiba mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Tombolo Bripka Usman bahwa ada indikasi akan terjadi tawuran sekelompok anak muda didaerahnya. Tanpa pikir panjang dia langsung menggerakkan tim UKL Polsek Somba Opu ke lokasi dan segera melakukan penggeledahan terhadap sekelompok anak muda yang ada di lokasi.

“Team UKL Polsek Sombaopu berhasil mengamankan 10 orang di Jl. Abdul Mutalib Daeng Narang, tepatnya dekat patung Massa Kecamatan Sombaopu Gowa dan 3 orang diantaranya kedapatan membawa senjata tajam secara ilegal dengan inisial, RH (14), seorang pelajar warga Tombolo, dengan membawa busur anak panah, dan KML (14), pelajar, warga Tombolo, dengan membawa busur, sementara MHD alias Dayat (20) pekerjaan buruh, warga BTN Bontoala Palangga membawa sajam. Sementara satu orang diduga masih buron karena saat penggeledahan pelaku tersebut membawa senjata tajam juga, namun ditinggal di lokasi,” ujar nya.

Saksikan Videonya Disini

Pelaku melarikan diri pada saat penggeledahan dilakukan, namun identitas sudah diketahui dan mudah-mudahan dalam waktu singkat akan dapat kami tangkap.

Sementara Barang bukti yang diamankan bersama dengan para pelaku adalah satu buah parang panjang seperti samurai beserta sarungnya, satu buah badik beserta sarungnya, satu buah pisau pemotong daging beserta sarungnya, dua buah ketapel, dan tujuh belas buah busur anak panah.

"Operasi Premanisme secara rutin akan terus kami laksanakan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat apalagi menjelang Tahun Baru 2018," jelas Kapolsek.

Ditempat berbeda Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga S.Ik. M.Si, menambahkan bahwa terhadap para tersangka yang membawa senjata tajam dan busur panah akan dilanjutkan proses hukumnya dengan menerapkan persangkaan UU No.12 darurat tahun 1951.


“Dan terhadap para preman lainnya akan dilakukan pembinaan mengingat usia mereka masih relatif remaja,” tandasnya.


Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: