Tuesday, December 12, 2017

Massa Gabungan LSM Geruduk Kantor DPMD Lebak, Tuntut Cabut SK Kades Aweh

MITRAPOL.com - Pelecehan,pelecehan dan pelecehan...!!, kekerasan, kekerasan dan kekerasan...!!. Itulah suara yel yel dari aksi pengunjuk rasa didepan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lebak, Selasa (12/12).



Aksi unjuk rasa yang dilakukan secara gabungan dari berbagai Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat se-Kabupaten Lebak Banten ini, untuk mengkritisi kinerja DPMD yang dinyatakan telah gagal dalam pembinaan terhadap seorang Kepala Desa Aweh Kecamatan Kalanganyar.

"Betapa tidak terpujinya sikap Hatobi, seorang Kepala Desa Aweh, yang memiliki karakter tempramental akibat dipengaruhi alkohol. Hatobi bak seorang preman, dimuka umum menantang para LSM untuk berkelahi dan melakukan pemukulan terhadap anggota LSM yang sedang menghadiri perayaan HUT Kabupaten Lebak ke-189," kata Sutisna Ketua LSM Laskar Banten Reformasi (LBR), dilokasi. (baca juga : Aksi Preman Kades Aweh Berbuntut Panjang, Gabungan LSM Lebak akan Gelar Unjuk Rasa)

Lontaran orasi juga disampaikan Ketua LSM Gapura Banten Ade Irawan, "Hatobi itu pemabuk dan pengecut, dia tidak berani melawan saya, dia ajak massa menyerang rumah saya dan memukul istri saya, apakah itu pantas dilakukan oleh seorang kepala desa," tegasnya.

Saksikan Videonya Disini

Situasi unjuk rasa yang dikawal ketat oleh jajaran Kepolisian Polres Lebak itu, berjalan panas dengan lontaran kata-kata pedas dan lemparan air mineral ke arah gedung DPMD Lebak sebagai bentuk kekecewaan lantaran aspirasi para demonstran belum ditanggapi.

"Kalian jangan duduk manis didalam, kalian jangan membela kepala desa arogan dan sedang bermasalah dengan hukum, keluar dan temui kami disini," pinta Mamik Ketua LSM NR-NKRI.

Selang berapa saat, akhirnya pihak DPMD bersedia melakukan audiensi dan mempersilahkan kepada setiap perwakilan Ketua LSM untuk masuk dengan kawalan polisi.



Namun para perwakilan LSM mengaku kecewa, karena audiensi hanya diwakili oleh Tahlidin Sekdis DPMD, Wakil Ketua Apdesi dan Camat Kalanganyar.

Ade Irawan bersama perwakilan lainnya mempertanyakan sikap dan ketegasan DPMD atas prilaku amoral yang tidak terpuji dari seorang Kepala Desa Aweh Hatobi.

"Kami sudah memanggil dan meminta surat pernyataan dirinya, silahkan suratnya bisa dilihat bersama-sama,” kata Tahlidin.

Sekdis berkilah, bahwa DPMD membina seluruh desa secara administrasi dan sebetulnya pembinaan terhadap kepala desa itu lebih pada tanggung jawab BPD ditingkat desa.

“Adapun permintaan dan tuntutan untuk pencabutan SK kepala desa yang bermasalah dengan hukun, itu nantinya keputusan ada di Bupati Lebak,” tambah Tahlidin.


Usai melakukan orasi dan audiensi dikantor DPMD Kabupaten Lebak, para demonstran langsung bergerak mundur untuk menemui bupati dan melanjutkan aksi unjuk rasa didepan pintu gerbang kantor bupati lebak.

Reporter : CS
Editor : andrey




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: