Tuesday, December 12, 2017

Makin Panas, Tak Puas di DPMD Ratusan LSM Datangi Kantor Bupati Lebak

MITRAPOL.com - Aksi unjuk rasa ratusan LSM Gabungan yang menuntut di copotnya kades Aweh Lebak dari kantor DPMD Lebak, kembali dilanjutkan oleh para LSM gabungan se Kabupaten Lebak didepan kantor Bupati Lebak, Selasa (12/12).



Hal itu dilakukan setelah mereka mengaku kecewa terhadap tanggapan pihak DMPD Lebak atas tuntutan yang telah disampaikan dalam sesi audiensi antara pendemo dan pihak DPMD tersebut.

Lagi-lagi orasi dilakukan dengan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah terkait pembinaan kepada kepala desa, sekaligus meminta agar pemerintah bersikap tegas untuk memberikan sanksi tegas terhadap okum kades yang tidak bisa menjaga etika sebagai seorang pemimpin dan sedang berurusan dengan hukum.

Dan tidak butuh waktu lama bagi para pengunjuk rasa untuk mendapat tanggapan dari pemerintah daerah khusunya bupati lebak.

Hanya sekitar 10 menit langsung para LSM gabungan yang berkumpul dipintu gerbang kantor pemda, ditemui oleh Alkhadri Asda 1 Pemda Lebak untuk mendengarkan aspirasi dari para pengunjuk rasa sekaligus menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan terkait sikap pemerintah daerah terhadap kepala desa yang arogan, anarkis dan berurusan dengan hukum.

Saksikan Videonya Disini

"Kami meminta kades yang tidak layak dipertahankan harus diberi sanksi seberat-beratnya dan kami meminta kepada bupati agar Hatobi, pelaku anarkis dan arogan terhadap teman kami dan korban pemukulan lainnya untuk segera dicabut SK tugasnya,” tegas salah satu pendemo.

Alkhadri, yang bersedia menemui para LSM gabungan atau pengunjuk rasa, dengan jiwa besar dirinya berbaur dengan kerumunan masa dari berbagai aliansi untuk menanggapi dan menjawab beberapa pertanyaan.

"Kami sudah mendengar dan kami sudah tahu bahwa kasus pemukulan kini sudah ditangani pihak kepolisian. Kita lihat saja sampai ada inkrah dan keputusan hukumnya, setelah itu barulah kami sampaikan kepada Ibu Bupati untuk mengambil sikap tegasnya," tuturnya.



Namun ada hal yang aneh dalam kasus Hatobi yang kini ditangani Polres Lebak, pasalnya seorang terlapor atau tersangka kasus pemukulan, belum dilakukan penangkapan dan penahanan?.

Hatobi yang sudah dilaporkan oleh para korban pemukulan dan penyerangan kini masih bebas berkeliaran menghirup udara segar.

Kasat Shabara Polres Lebak Asep Jamal saat dirinya mengawal aksi dan memfasilitasi antara perwakilan LSM dengan DPMD dan Pemda lebak untuk beraudiensi saat disinggung mengenai kelanjutan hukum yang sudah dilaporkan ke Polres Lebak mengatakan, kapasitas dirinya dalam unjuk rasa ini hanya sebatas pengawalan karena sebagai Kasat Sabhara.


"Kasusnya kini tengah ditangani Kasat Reskrim. Kalau saya kan Kasat Sabara, hanya mengawal aksi sebagai kordinator lapangan dan memfasilitasi agar semua berjalan kondusif disini,” pungkasnya.

Reporter : CS
Editor : andrey



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: