Friday, December 29, 2017

Kunjungan Kapolda Jawa Tengah di Pondok Pesantren Tazaka Batang

MITRAPOL.com - Pengujung akhir tahun 2017, Pondok Modern Tazakka menghelat refleksi akhir tahun bertajuk menatap peluang dan tantangan Indonesia masa depan melalui sinergi pesantren-Polri menghadirkan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono, M.M., M. Hum bertempat di pondok pesantren setempat Bandar Batang, Kamis (28/12/17).



Kapolda kagum terhadap visi santri di PM Tazakka di tahun 2045 yang dituliskan di salah satu dinding di Pondok tersebut. Para santri ternyata memiliki tujuan hidup yang mengagumkan. Banyak yang ingin menjadi doktor, bergelar S 2, bahkan ada yang ingin jadi Jenderal.

"Saya meyakini para santri Tazakka akan mencapai impian masing-masing.sebab saya menyaksikan sendiri cara mengajar Pondok ini yang sangat disiplin," kata Kapolda.

Ia berharap salah satu santri di Tazakka ada yang mengabdi di kepolisian. Santri di Tazakka yang menguasai bahasa internasional dan hafal Al-Quran akan menjadi nilai tambah ketika mendaftar.

"Pada tahun 2018 nanti silahkan ada pembukaan pendaftaran kepolisian silahkan mendaftar karena akan ada nilai plus dari pesantren untuk yang menguasai bahasa arab dan bahasa inggris dan hafidz AlQuran. Saya berharap Polisi nantinya adalah Polisi yang santri dan Polisi yang dapat menangis karena takut karena Allah,” tutur Kapolda.

Kapolda berpesan kepada santri pada refleksi tahun 2017 menuju tahun 2018 adalah banyak bersyukur karena selama ini dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Wujud refleksi dilakukan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

Paling penting, terang Kapolda, santri harus merawat Kearifan lokal seperti Gotong royong, tepo sliro dan silaturahmi. Nilai kearifan lokal sangat dibutuhkan sekarang ini.

"Tidak boleh sesama saudara saling bermusuhan. Sekarang musuh bersama adalah Kemiskinan. Polisi dan TNI sudah terjun ke permasalahan tersebut," kata Kapolda.

Kapolda juga berpesan, para santri harus menjauhi Narkoba. Jangan pernah coba-coba mendekat atau pengen tahu. Narkoba terus berkembang dengan variasi baru, tidak hanya berwujud heroin atau sabu, tetapi obat-obat lain seperti PCC sehingga perlu diwaspadai.

"Bangsa ini sangat serius memerangi Narkoba. Santri harus Narkoba No, prestasi Yes," pesannya.

Sementara Pimpinan PM Tazakka KH Anizar Masyhadi mengatakan pesan yang paling ingin disampaikan dalam acara refleksi akhir tahun adalah keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dikukuhkan terutama oleh para santri.

"Tazakka merupakan Keberagaman yang sesungguhnnya yang dimilkki indonesia. Sebab santri Tazakka berasal dari 21 Provinsi," ucap Anizar.

Menurutnya PM Tazakka merupakan Miniatur Indonesia karena semua golongan nyaman masuk ke Tazakka dengan satu Frame kebangsaan dan frame NKRI.

"Pesantren khususnya di Tazakka merupakan salah satu pilar Bangsa karena menanamkan toleransi. Indonesia tidak menjadi Negara yang saling perang saudara karena menjunjung tinggi nasionalisme dan toleransi sehingga semua elemen harus merawatnya,"ungkapnya.

Anizar menuturkan, Keberagaman di Tazakka baiknya diketahui oleh para pemimpin di Indonesia. MenurutnyaTazakka setelah dikunjungi Pangdam dan Kapolda. Gubernur dan Wakil Presiden rencananya juga akan mengunjungi pondok berhawa sejuk itu.

Bupati Batang H. Wihaji menjelaskan kunjungan Kapolda ke Tazakka merupakan salah satu apresiasi dan dukungan terhadap dunia pendidikan khususnya pesantren di Kabupaten Batang.

"Untuk diketahui Kapolda bahwa Bandar akan jadi pusat pendidikan di Kabupaten Batang. Sudah dimulai dengan adanya Tazakka kemudian tahun depan akan dibangun kampus Undip di Desa Tumbrep," tandas H. Wihaji.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jateng menyerahkan peralatan olahraga dan diterima oleh pimpinan pondok modern Tazakka. Turut mendampingi Kapolda Jateng Dirintel Polda Jateng Kombes Eko Widianto, Dirbinmas Polda Jateng Kombes Budi Utomo, Dirlantas Polda Jateng Kombes Bakharudin Muhamadsyah, Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga, Dandim 0736 Batang Letkol Fajar Al Nugraha, Wakapolres Batang Kompol Hendri Yulianto.


Reporter : irul

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: