Saturday, December 2, 2017

Kota Magelang Perkuat Perlindungan Anak Melalui Pengukuhan KPAD

MITRAPOL.com - Kota Magelang terus memperkuat perlindungan anak melalui penguatan kelembagaan perlindungan Anak di daerah dan penguatan partisipasi masyarakat. Wakil Walikota Magelang menyatatakan upaya-upaya pencegahan terus diupayakan agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi. Demikian sambutan Dra. Windati Agustina dalam Pencanangan Rukun Warga (RW) Ramah Anak dan Pengukuhan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Magelang.



Pencanangan RW Ramah Anak dan KPAD Kota Magelang merupakan rangkaian dari kampanye BERLIAN Bersama Lindungi Anak. Hadir dalam kesempatan ini ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dr. Yohana Susiana Yambise, Sekretaris Menteri KPPA Dr. Pribudiharta Nur Sitepu, Komisi VIII DPR RI KH. Drs. Khoirul Muna, dan Rita Pranawati, MA Wakil Ketua KPAI.

“RW Ramah Anak merupakan bentuk perlindungan anak dari tingkat masyarakat terendah dan ini merupakan bentuk komitmen Kota Magelang sebagai salah satu Kota Layak Anak dengan tingkat Nindya dan menuju tingkat Utama. Kehadiran KPAD Kota Magelang juga merupakan bentuk penguatan kelembagaan untuk perlindungan anak”, demikian sambutan ibu Mentri PP dan PA Yohana Yambise dalam acara di GOR yang dihadiri 1500an anak, guru, orang tua, hingga tokoh masyarakat.

Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI, mengapresiasi terbentuknya KPAD Kota Magelang yang merupakan KPAD pertama di Propinsi Jawa Tengah. “Penguatan Perlindungan Anak perlu terus diupayakan diantaranya dengan proses pengawasan dan pembuatan kebijakan yang tepat untuk pencegahan, penanganan dan rehabilitasi kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Hadirnya KPAD akan menguatkan upaya perlindungan anak dari kekerasan di Kota Magelang”, imbuh Rita. KPAI juga mengapresiasi inisiasi KH. Khoirul Muna, komisi 8 DPR RI yang berasal dari Kota Magelang untuk menjembatani pendirian KPAD dengan pemerintah daerah Kota Magelang. “Komitmen Gus Muna dalam membangun perlindungan anak perlu menjadi contoh bagi wakil rakyat lainnya untuk membangun masyarakatnya melalui penguatan kelembagaan KPAD” tambah Rita.



Secara nasional kekerasan terhadap anak seperti fenomena gunung es, tidak terlihat namun nyata adanya. Kekerasan seksual, pornografi, hingga perkawinan usia anak masih terjadi. Semua pihak mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat perlu menguatkan perlindungan anak agar kasus-kasus tersebut dapat terus dicegah dan dihentikan secara sistemik.

Reporter : znd


SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: