Saturday, December 23, 2017

Ketua Pekat IB DPD Dharmasraya : Kami Ini Membela Demi Kepentingan Masyarakat Banyak

MITRAPOL.com – Menyikapi adanya pemberitaan yang menyudutkan dirinya serta ormas yang dipimpinnnya di sebuah media online, H. Markoni Kotto SH Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB), melalui Lisman, Ketua Infokom Ormas tersebut, akan melaporkan Media Bhayangkara.com ke Mabes Polri, dengan tuduhan pencemaran nama baik serta melanggar UU ITE.

(dari kiri) Ketum Pekat IB H. Markoni Kotto SH, dan Efrizal Ketua DPD Dharmasraya

“Sepertinya pemberitaan dari dari Media Bhayangkara.com sudah menyudutkan kami dan tidak profesional lagi sebagai karya jurnalistik, bahkan terkesan tendensius terhadap Pekat IB. Untuk itu bersama tim advokasi, kami akan laporkan media tersebut kepada Mabes Polri, dengan tuduhan pencemaran nama baik serta melanggar UU ITE,” jelas Lisman kepada MITRAPOL.com melalui selulernya, Kamis (22/12/2017).

Hal senada juga ditegaskan Berri, Ketua DPW Pekat IB Sumatera Barat, bahwa permasalahan kasus di Manggopoh yang dilansir dibeberapa media, sudah masuk keranah hukum.

“Kita melihat ada pembelaan terselubung dari kelompok-kelompok yang selama ini menikmati hasil dari Yayasan Tanjung Mandiri (YTM), dengan berupaya menggiring opini terhadap ormas kami, namun bagi kami itu sah-sah saja. Sebab lahan hidup mereka merasa diganggu, tapi janganlah berpolemik menyeret-nyeret dan memojokan Pekat IB dengan pemberitaan-pemberitaan yang menipu. Silahkan tempuh jalur hukum jika tindakan tersebut tidak benar, buktikan saja, kita bicara fakta hukum yang sebenarnya,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan, kalau tidak ada kesepakatan dengan masyarakat Manggopoh yang selama ini merasa hak mereka dirampas, tidaklah mungkin kami ditunjuk sebagai kuasa hukum mereka. Buktinya sudah ada tersangka dari pihak YTM yang ditahan Polda Sumbar, masalah benar atau tidaknya kasus ini, itu sudah menjadi domainnya pengadilan, bukan hak kita untuk bicara.

Lebih lanjut ditegaskan Berri, bahwa pihaknya dalam hal ini tidak akan tinggal diam dan akan menyelidiki siapa dalang dari pemberitaan yang tidak profesional ini. “Kami mendukung penuh langkah-langkah yang diambil Ketua Umum Pekat IB, untuk melaporkan Media Bhayangkara.com ke Mabes Polri, disamping itu kami akan menyelidiki oknum-oknum yang berteriak maling padahal merekalah maling sesungguhnya. Sekedar mereka ketahui, bahwa saat ini mereka bukan lagi berhadapan dengan masyarakat yang seenaknya mereka takut-takuti, namun sudah berhadapan dengan kami. Kita tunggu permainan ini, siapa menuai angin, maka dialah menuai badai,” ucap Berri.

Hal senada dengan ucapan dan pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Efrizal Ketua Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) DPD Dharmasraya. Dirinya menegaskan, Seharusnya sebuah media dan sebuah wadah yang di percaya oleh semua kalangan, media harusnya komparatif dalam sebuah pemberitaan.

“Kita tidak boleh menunjukan keberpihakan kesatu kubu atau kelompok, media harus independen, dan berimbang dalam hal menyajikan pemberitaan. Apalagi sekarang semua media massa mengikuti alur teknologi digital," tegas efrizal.

Dijelaskannya, Kami sebagai sebuah ormas, menjunjung tinggi rasa persatuan, kami tidak akan gentar menghadapi siapa pun kalau untuk membela masyarakat.

“Memang untuk itu kita ada kok, untuk membela masyarakat, namanya saja ormas. Yah organisasi massa ya jelas membela masyarakat. Karena kita ada dari masyarakat, anggota dan kader-kader di Pekat IB juga berasal dari masyarakat," imbuhnya.

Jangan kita memperlihatkan kebodohan, masih katanya, yang dengan mudahnya diperalat oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan pribadi. “Kami sebagai ormas Pembela masyarakat tidak akan mundur dan merasa terhalangi oleh opini- opini yang kami anggap hanya sebagai bentuk proses sebuah perjuangan, demi membela masyarakat. Kami ini membela demi kepentingan masyarakat banyak, kami siap menghadapi siapapun yang menghalangi kami untuk membela masyarakat luas," tutup efrizal dengan tegas.


Reporter : tim

Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: