Tuesday, December 5, 2017

Kapolsek Saka Tinjau Banjir Area Pelabuhan Muara Angke

MITRAPOL.com - Kapolsek Pelabuhan Sunda Kelapa Kompol Joko Agus Wulantoro SH mennjau ketinggian air pasang di Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara, Selasa (05/12/2017).



Gelombang pasang yang terjadi di perairan laut dan naiknya permukaan air laut ini, menyebabkan beberapa lokasi di wilayah muara angke tergenang.

Peristiwa inipun kemudian menjadi perhatian Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Joko Agus Wulantoro SH.

Pengecekan dilokasi terjadinya rendaman banjir, berkoordinasi dengan perangkat UP3. Luapan air laut kedaratan dermaga diantaranya dimana air sudah memasuki dermaga dan menutup jalan, luapan dengan ketinggian antara 20 hingga 40 centimeter.

Kapolsek Kompol Joko Agus Wulantoro SH bersama Kanit Intelkam langsung meninjau lokasi banjir, bahkan tak segan-segan Kapolsek turun untuk mengecek langsung ketinggian air serta mendatangi tanggu-tanggul yang meluap.

“tindakan ini dalam merespon cepat bencana banjir rob pelabuhan sunda kelapa yang disebabkan meluapnya air laut. Rob menggenangi sekitar wilayah permukiman warga dengan genangan air dan berlangsung selama beberapa hari ini,” kata Kapolsek.

Sementara dalam bencana kali ini, genangan air tidak terlalu tinggi. Di permukiman, tinggi genangan air laut di halaman rumah-rumah warga hanya berkisar 20 centimeter hingga meskipun masuk ke rumah-rumah.



“Selain itu, kondisi air pasang hanya berlangsung beberapa jam menjelang siang hari, untuk kemudian surut lagi pada saat dinihari,” jelas Joko.

Dikatakannya, air yang masuk ke permukiman warga terjadi karena ada air laut pasang yang mendorong air laut melalui selokan ini, kemudian meluber hingga kemudian menggenangi rumah-rumah warga.

“Rob tidak terlalu banyak meluber ke rumah-rumah warga, karena sebagian sudah dibangun tanggul penahan permanen. Kalau belum ada tanggul, mungkin robnya akan lebih besar,” ungkapnya.

Kondisi serupa, juga di terjadi di beberapa muara angke, Namun Kapolsek juga menyebutkan, kondisi rob tidak terlalu tinggi.

Ia meminta agar warga di sekitar Muara Angke tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya rob lagi, karena saat ini sedang musim peralihan dari musim angin timur ke musim angin barat.


“Terutama, bila air laut pasang ini dibarengi dengan hujan deras. Air laut pasang ini sebenarnya fenomena yang selalu terjadi setiap tahun. Terutama pada saat peralihan musim angin timur ke musim angin barat. Hanya pada masa-masa tertentu, gelombang pasangnya lebih tinggi dari kondisi normal, sehingga meluber ke daratan,” tandas Joko.

Reporter : sukemi
Editor : andrey



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: