Friday, December 8, 2017

Dua Putra Asal Daerah Berbeda Pencetus Lahirnya Gerakan Masyarakat Daerah (Garmada)

MITRAPOL.com - Gerakan Masyarakat Daerah (GARMADA) merupakan salah satu Organisasi Kemasyarakatan yang terbentuk dari Komunitas Masyarakat di daerah yang merasa Aspirasinya terputus atau tidak sampai ke tingkat atas.



Maka berdasarkan hal tersebut tercetuslah ide dari seorang putra terbaik yang berasal dari Jawa tengah, Rudi Hadi Suwito,SE, dan Putra Daerah dari Prov. Sulsel, berasal dari Bantaeng, Manzhil. SH., yang dengan semangat memperjuangkan Aspirasi masyarakat di daerah untuk menyatukan komunitas ini dalam suatu ikatan Organisasi yang terstruktur rapi dan ditangani oleh orang-orang yang Ahli dalam bidang-bidangnya yaitu dengan membentuk Gerakan Masyarakat Daerah (Garmada) yang meliputi seluruh wilayah di Indonesia dengan menghimpun Aspirasi mereka dalam 26 Departemen yang dibentuk guna menyerap Aspirasi di berbagai bidang.

Pembentukan Organisasi Garmada ini di awali dengan penyatuan Visi dan Misi Komunitas sehingga tercapailah kesepakatan untuk dilaksanakanlah rapat Akbar yang di namakan MUNAS yang dilaksanakan pada hari Minggu, (03/12/2017), beberapa hari lalu, bertempat di Kantor Pusat Garmada Jl.Kramat Kwitang I No.51, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Dalam Munas ini di hadiri oleh Pengurus Pusat dan Anggota, Satgas Garmada Komando Pasukan Inti (KOPASTI), Srikandi Garmaada, Lembaga Bantuan Hukum GARMADA (LBH), serta 26 Kepala Departemen yang sudah dibentuk yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Sekjen DPP Garmda, Manzhil, SH, kepada Mitrapol.com, lewat whatsappnya Kamis, 7/12/2017, menyatakan Maksud dan tujuan diadakan Mubes beberapa hari lalu adalah untuk mengukuhkan kepengurusan dalam struktural pusat, sekaligus membicarakan Program - Program Garmada kedepannya. singkatnya.



Dalam hal ini dibenarkan oleh Ketua Umum DPP Garmada, Rudi Hadi Suwito ,SE, menyampaikan dengan antusias bahwa Garmada bukan Organisasi sayap salah satu partai politik, tapi merupakan suatu Organisasi Bela Negara disektor Ekonomi Kreatif yang mengacu kepada UUD 1945 pasal 30 dan 33. hal ini dikutip dari hasil wawancara dijakarta oleh media Cakra Bhayangkara. News.

Menurut nya lagi Garmada juga merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat yang bergerak di bidang sosial, Ekonomi Kreatif, Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba, Pariwisata, Pemberdayaan wanita dibidang kesehatan untuk mencegah angka kematian terhadap ibu-ibu hamil, Pembudidayaan, Kerajinan, Wisata, Pertanian, Perikanan, Sarana dan Prasarana, UMKM dan Koperasi, serta Olah raga.

"Orang-orang yang dipercayakan menjadi kepala atau ketua di 26 Departemen yang dibentuk adalah orang-orang yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya serta sudah mempunyai ketrampilan atau keahlian dalam bidang masing-masing," ungkap Rudi.

Rudi menambahkan bahwa Garmada yang di pimpinnya, dalam waktu dekat ini akan melakukan Deklarasi di bulan Januari 2018.rencananya dalam deklarasi ini akan di hadiri oleh seluruh pengurus baik tingkat desa sampai tingkat pusat.

"Secara Struktur, saat ini Garmada sudah membentuk kepengurusan terstruktur di 27 propinsi dan 268 kota / Kabupaten di seluruh Indonesia dalam dalam wajtu dekat akan kita SK kan sebelum Deklarasi kita laksanakan, jelas Rudi bersemangat.

Secara struktur Kepengurusan Garmada di setiap wilayah berjumlah 175 s/d 200 pengurus.artinya dalam satu propinsi Organisasi ini bisa mempunyai puluhan ribu bahkan ratusan ribu pengurus yang di sesuaikan dengan banyaknya wilayah dipropinsi yang terdiri dari Kabupaten, Kecamatan dan kelurahan.

Reporter : mir




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: