Saturday, December 30, 2017

Dialog Akhir Tahun LIRA Hadirkan Pembicara Handal

MITRAPOL.com - Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) DPW Sulsel, menggelar acara dialog akhir tahun, dengan tema "Refleksi Kota Makassar, Antara Harapan dan Kenyataan", yang akan membicarakan bagaimana kedepannya Makassar ini ditahun yang akan datang karena tahun ini yakni 2017 sisa menghitung hari lagi.



Acara ini digelar diwarkop Phoenam Jalan Topaz Boelevar Kota Makassar, Jumat, (29/12/2017).

Dalam acara diskusi publik yang cukup alot ini LIRA menghadirkan pembicara pembicara yang hebat, handal dan berkompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan sebagai pembicara dalam diskusi ini adalah, Walikota Makassar Ir. Moh. Ramadhon Pomanto ato (DP), Gubernur DPW Lira Sulsel, H. Andry Arief Bulu, SE. MM, Pengamat Kebangsaan Sulsel, Dr. Arqam Azikin dan Perwakilan dari Kapolrestabes Makassar, Kasubag Humas Polrestabes Makassar, AKP Laode Idris. Sebagai moderator Andi Mangara yang hebat pula sebagai MC.

Sebagai pembicara awal yakni Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Sulawesi Selatan, Andri Arief Bulu memberikan pujian terhadap prestasi dan kemajuan Kota Makassar. Menurutnya sejak beberapa tahun terakhir Kota Makassar semakin cantik serta sangat maju dengan ini dibuktikan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto tidak berpuas diri dengan sejumlah prestasi, baik secara nasional maupun internasional. Baginya, yang utama adalah menjadikan Makassar jauh lebih sempurna.

Meski telah menyabet banyak prestasi sejak memimpin Kota Makassar sejak tahun 2013 lalu, akan tetapi baginya semangat untuk menyempurnakan Makassar tidak pernah kendor.

"Makassar boleh saja dinobatkan sebagai kota rangking satu di tingkat nasional dan juga terpilih dari empat kota yang memperoleh Goverment City di Singapore, tapi kita tetap ingin kesempurnaan dari Kota Makassar," kata pria yang akrab disapa DP ini.

Ditambahkan dari arsitek kawakan ini, ke depan, perlu kerja lebih untuk menata Kota Makassar menuju kesempurnaan itu, menyebutkan jika motivasi yang dikenal dengan Makassar dua kali tambah baik merupakan wujud dari keinginan menjadi sempurna lagi.

"Makassar belum sempurna, maka izinkan saya untuk menjadikan Kota Makassar menjadi lebih sempurna lagi kedepannya," tutur DP yang mempunyai tagline Dua kali tambah lebih baik.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang memiliki rencana berkemajuan. Menurut Danny, hari ini harus lebih baik dari kemarin.
"Dan esok harus lebih baik dari hari. Masa sekali saja tambah baik?, harus dua kali tambah baik," tandasnya disambut tepuk tangan riuh oleh puluhan peserta dialog yang hadir.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini, Kota Makassar sudah berubah menjadi cantik. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” ucapnya.

Saksikan Videonya Disini

Selain itu, ditambahkan Andry, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar begitu meningkat sejauh ini, di angkat 7,9 persen. Tingkat perekonomian tertinggi d Sulsel, bahkan di level nasional.

“Tentu ini sebuah pencapain yang baik. Dan dengan pertumbuhan perekonomian ini, tentu berefek masyarakat Kota Makassar,” jelasnya.

Sementara Dr. Arqom Asikin dalam pemaparannya menjelaskan bahwa terkait masalah kebangsaan menyatakan bahwa masih banyak orang yang belum paham apa itu yang dimaksud kebangsaan?.

Lebih lanjut AA mengatakan dan memberikan contoh seperti apa Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf dan A.P. Pettarani, A. Djemma, Padjonga Dg Ngalle, dan yang lainnnya, intinya ada sebelas nama nama pahlawan yang sudah diakui oleh pemerintah yang sudah dikatakan Pahlawan Nasional, Nilai-nilai kebangsaan ini sudah terlahir sejak tahun 1908, 1926, 1928, dan ini saya rasa jangan lupakan sejarah.

Dan saya minta di Pilwalkot kalau bisa cukup tiga calon saja jangan dipilih hanya dua calon saja karena kisruh akan terjadi dan ini sudah terbukti sekarang sambil mengharap kepihak media terkait masalah ini diharapkan media harus menyejukkan suasana pemberitaan jangan tambah memperkeruh keadaan.

Perwakilan dari Polrestabes Makassar, AKP Laode yang sebelum mendahului pembicaraan disampaikan permohonan maaf karena Kapolrestabes Makassar tidak bisa hadir dan mengatakan bahwa Makassar akan dijaga dan dijamin aman, serta ditambahkan bahwa Walikota Makassar adalah Bapak Walikota yang terbaik sepanjang dirinya bertugas di Polrestabes Makassar, sambil dikritik sedikit oleh Walikota yang ada duduk disampingnya.

lebih lanjut Laode mengatakan, akan menjadikan Kota Makassar damai menjelang Pilwalkot, Pilkada maupun Pilpres nanti kedepannya.

“Kami akan antisipasi keamanan dan akan membuat kota Makassar aman,” Ujar AKP Laode.

Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramadhon Pomanto, membeberkan apa yang dilakukan selama ini dan mengatakan bahwa Refleksi itu artinya cermin, cermin ibarat tulang kaki yang mana bagaimana hormon-hormon tulang itu bisa ditangani serta mengangumi ketiga narasumber yang lebih dulu bicara sebelum acara di tutup.

DP membeberkan semua terkait masalah apa yang dijalankan selama kurun waktu kurang lebih empat tahun menjabat Walikota Makassar, serta diskusi tanya jawab lalu pemberian penghargaan berupa cinderamata kepada para pembicara.

Reporter : mir
Editor : andrey

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: