Friday, December 29, 2017

BNN dan Polri Musnahkan Barang Bukti Narkoba di Bandara Soetta

MITRAPOL.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya akan memusnahkan barang bukti narkotika dari hasil berbagai pengungkapan kasus dalam kurun waktu Oktober hingga Desember 2017.



Pemusnahan itu dilakukan di Gedung 745 Teknik Sanitasi Angkasa Pura II, Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (28/12 /2017).

Jenis narkotika yang akan dimusnahkan mulai dari 712 ribu ekstasi, 1 juta pil PCC, 70 kilogram daun katinona, 647 kilogram ganja, 454 kilogram sabu, pil Ketamine sebanyak 100 gram, dan pil Happy Five sebanyak 10 ribu butir.

Sejumlah tersangka narkoba yang berasal dari tahanan BNN, Bareskrim Polri, dan Polda Metro Jaya juga dihadirkan dengan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye, mereka duduk di tenda tahanan dan dikawal ketat petugas kepolisian.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari, dan Kabareskrim Komjen Ari Dono tampak hadir dilokasi serta Menko Polhukam Wiranto pun hadir dalam pemusnahan barang bukti narkoba itu.

Saksikan Videonya Disini

Kepada awak media Menko Polhukam Wiranto mengatakan, Indonesia sudah berada dalam darurat narkoba dan sudah menjadi pangsa pasar besar narkoba.

“Sudah jutaan pemuda kita rusak karena narkoba, kita tidak bisa menyerahkan masalah narkoba hanya kepada BNN. Kita harus sama-sama bersinergi memberantas narkoba,” papar Wiranto.

Wiranto juga memberikan apresiasi kepada BNN yang selama ini telah memerangi peredaran narkoba di Indonesia tanpa kenal lelah dan begitu banyak hasil tangkapan dari narkoba, kurir dan bandarnya.

“Namun tugas ini belum selesai dan tidak akan pernah terselesaikan karena sumbernya itu bukan dari kita melainkan dari negara lain. Namun kita tetap meberikan apresiasi kepada BNN walupun ini belum bisa selesai,” imbuh Menko Polhukam.

Masih katanya, perlu diketahui kejahatan narkoba merupakan ancaman yang sangat besar dan nyata bagi kelangsungan hidup bangsa kita. Karena itulah upaya nyata dan serius seluruh komponen bangsa sangat diperlukan baik dalam konteks pengurangan demand (permintaan) maupun menghentikan supply (pasokan).


“Dalam konteks pengurangan demand, maka diperlukan tindakan pereventif guna memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat agar memiliki imunitas terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” pungkas Wiranto.

Red

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: