Tuesday, December 5, 2017

Banjir di Aceh Utara Meluas, 21 Ribu Warga Diungsikan

MITRAPOL.com - Akibat meluasnya banjir ke sejumlah pemukiman penduduk di pelosok wilayah Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara diperkirakan 21 ribu masyarakat terpaksa harus di ungsikan.



Kondisi ini bertambah parah akibat curah hujan yang semakin tinggi di sertai air kiriman dari pegunungan. Dikabarkan juga tanggul Sungai Kereuto, Sungai Pirak, jebol akibat hantaman derasnya aliran air sungai tersebut.

Dan menurut amatan MITRAPOL.com, debit air sungai yang terus meningkat semakin tinggi sudah meluap dan menggenangi badan jalan lintas sumatera (Jalinsum) hingga kepemukiman warga.

Menurut keterangan yang MITRAPOL.com, dapatkan sebanyak 22 Kecamatan di Aceh Utara juga ikut terendam banjir yang kini ketinggiannya sudah mencapai 1,5 meter.

Banjir tersebut juga mengakibatkan aktivitas warga terhenti dan sekolah terpaksa diliburkan, dikarenakan sejumlah halaman dan ruangan belajar terendam banjir. Sejumlah pedagang buah dan ikan di Lhoksukon juga mengalami hal serupa.

Pantauan langsung MITRAPOL.com, dilokasi bencana, terlihat para pedagang buah dan ikan terpaksa harus menjual barang dagangannya diatas trotoar badan jalan, mereka juga mengaku mengalami banyak kerugian selama banjir menghantam wilayah ini.



Menurut amatan dari berbagai pihak, banjir terjadi akibat luapan air Sungai Keurutoe dan Sungai Pirak pada Minggu sore, (3/12/2017), akibatnya warga harus menggungsi ke beberapa posko yang disediakan pihak SAR dan Relawan, di kawasan banjir tersebut.

“Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, untuk sementara yang terdaftar para pengungsi sebanyak 21 ribu jiwa, yang terdiri dari 22 kecamatan diperkirakan akan terus bertambah jika debit air bertambah tinggi, ini masih data sementara,” kata Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Munawar SE di Ruang kerjanya.

Sementara itu, Kabag Humas Aceh Utara T. Munadir Nadirsyah, saat dimintai keterangannya ditempat terpisah oleh MITRAPOL.com, dirinya mengharapkan pada masyarakat yang terkena bencana banjir untuk mengungsi ke posko-posko yang telah disediakan, supaya memudahkan pendistribusikan bantuan bahan makanan, karena bantuan akan di distribusikan ke pusat pengungsian, dan dapur umum.


“Kita kuatirkan debit air bisa bertambah karena curah hujan yang terus mengguyur pegunungan Bener Meriah, karena banjir tersebut kiriman dari Bener Meriah. Oleh karenanya kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang terkena banjir untuk mengungsi ke posko-posko yang telah di sediakan guna untuk menghindari timbulnya korban jiwa,” tuturnya.

Reporter : zulkifli
Editor : andrey




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: