Sunday, December 31, 2017

Aktivis Lintas Kampus Geruduk Kantor Bawaslu Sulsel

MITRAPOL.com - Kantor Bawaslu kembali digeruduk oleh puluhan Mahasiswa dari Aktivis Lintas Kampus terkait dengan adanya pelimpahan Kasus pelapor yang dicaplok KTPnya oleh salah satu team Kandidat calon Gubernur dan wakil gubernur beberapa hari lalu.



Menurut Muallim Bahar (Jendral lapangan) Aktivis Lintas Kampus bahwa kasus Haslinda Arifin yang dilaporkan ke Bawaslu Sulsel kenapa malah dilimpahkan ke Panwaslu Kabupaten Gowa, sementara kasus kasus sama yang lainnya tetap di tangani Bawaslu Sulsel dan ini Muallim meniliai Bawaslu tak mampu berdiri tegak secara adil hal ini diungkap dalam orasinya di depan kantor Bawaslu Sulsel, Sabtu, (30/12/2017).

Menurutnya, Semua kasus yang dilaporkan pasangan IYL-CAKKA kebawaslu tidak mengalami pelimpahan ke Panwaslu kabupaten, Dia berikan contoh kasus Pangkep, Kasus Ola terkait KTP Bupati Bone Kasus Guru besar semua dilaporkan ke Bawaslu dan ditangani Bawaslu secara langsung dan efektif, namun bila laporan ke Bawaslu Sulsel yang justru bisa merugikan pasangan IYL-Cakka Bawaslu Justru melimpahkan ke Kabupaten Gowa.

"Bahkan ini Kami sudah pernah ingatkan ke Bawaslu bahwa Ibu Haslinda tidak melapor di Panwaslu Gowa karena pelapor khawatir dan takut jangan sampai ia mengalami intimidasi dan semacamnya tapi ternyata, Bawaslu tanpa sepengetahuan pelapor justru melimpahkan ke Panwaslu Gowa," kesalnya.

Dalam aksi damai ini puluhan Aktifis Mahasiwa juga ini menyayangkan putusan Panwaslu Gowa telah melimpahkan kasus Haslinda Aripin ini ke kepolisian karena dianggap laporan tersebut tidak memenuhi unsur pidana pemilu.

Adapun Para pengunjuk rasa di depan kantor bawaslu sulawesi selatan diterima langsung oleh ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi dan beberapa Stafnya.

Mendengar hal itu ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi langsung memanggil masuk para pengunjuk rasa untuk melakukan dialog bersama dengan stafnya, dikatakan Arumahi menampik tudingan para mahasiswa yang menilai Bawaslu terkesan tidak berlalu adil dalam menangani laporan pelangaran pemilu dan perlakuanan khusus bakal calon Independen IYL- Cakka jadi intinya bukan begitu, "kenapa ikhsan tidak hadir karena dia bukan pelaku tapi pengguna," singkatnya.


Tak puas dengan hasil dialog kembali para peserta unjuk rasa, menghadiahkan kado spesial yaitu boneka doraemon dalam artian Ini mempertegas bahwa ketua bawaslu dan kolektif dalam lembaganya adalah boneka di salah satu kandidat calon.

Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: