Sunday, December 3, 2017

Air dan Listrik Kebutuhan Primer, PMKRI Malra Kecam PLN Tual

MITRAPOL.com - Pelayanan PT. PLN Persero Cabang Tual memprihatinkan masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018, demikian dikatakan Gerens Ohoiwutun Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia kepada MITRAPOL.com, Sabtu, (02/12/2017).

Gerens Ohoiwutun

Dirinya mengutuk keras tata cara kerja dan pelayanan pihak PT. PLN Persero Cabang Tual yang selalu melakukan pemadaman menjelang Hari Hari Besar Keagamaan di kedua daerah ini, pasalnya PT. PLN Persero cabang Tual ibarat Perusahaan Lilin Negara.

Ohoiwutun mengatakan bahwa air dan listrik termasuk kebutuhan primer dewasa ini sehingga DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dan DPRD Kota Tual jangan tutup mata terhadap krisis pelayanan listrik dan air kepada masyarakat di dua Daerah tercinta ini.

Ohoiwutun juga berharap terkait krisis Air dan Listrik ini, maka Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kota Tual dan Maluku Tenggara berharap agar Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) melakukan Audit investigasi khusus terhadap paket Proyek Jumbo milik PLN Tual.

“Terutama Paket Pengadaan barang dan jasa serta paket proyek fisik, pengadaan BBM untuk PLTD Langgur dikarenakan ketika Mesin PLTD dipadamkan BBM nya menyusut dan atau dikemanakan,” tegas Ohoiwutun.

Saksikan Videonya Disini

Ironisnya ketika konsumen terlambat pembayaran rekening pasti didenda, pertanyaannya Listrik terpadamkan PLN didenda atau tidak ?. Dirinya menambahkan betapa lucunya kerjasama PT. PLN Persero Cabang Tual bekerja sama dengan pihak PT. POS dan Giro Maluku Tenggara untuk menjadi Bendahara penerima Pembayaran rekening listrik yang pembebanan biaya kepada konsumen tanpa sepengetahuan para konsumen, begitupula dengan Rekening Air bersih, pertanyaannya Sistem Seperti Inikah Yang Tergolong Pungutan Liar?. Semoga Tidak dan Masyarakat Terbebani.



Ohoiwutun menjelaskan juga saat Kongres Studi Nasional PMKRI di Makasar 24 Oktober lalu dirinya menyampaikan bahwa Maluku Tenggara dan Kota Tual selalu mengalami krisis pelayanan listrik dari PT. PLN Persero Cabang Tual kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan saat membuka kegiatan dan Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan secara tegas dan jelas bahwa pihak Kementerian ESDM sudah menyiapkan dan mendistribusikan Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ke seluruh pelosok Tanah Air termasuk PT. PLN Persero Cabang Tual dan apabila masih juga terjadi pemadaman listrik maka perlu dipertanyakan.

Sementara Ketua DPC Partai Beringin Karya Drs. Noch Rahakbauw menyatakan penyesalannya akibat terpadamnya listrik sehingga semua pekerjaan perbaikan berkas keanggotaan Partai Beringin Karya hampir saja tidak terselesaikan untuk penyerahan kembali ke KPUD Maluku Tenggara Jumat 1 Desember 2017.

“Namun dengan kerja keras semuanya dapat terselesaikan lima menit sebelum dipenghujung waktu,” kesal Rahakbauw.

Drs. Noch Rahakbauw 

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT. PLN Persero Cabang Tual belum dapat dikonfirmasi sedangkan sementara pihak Kantor Pos dan Giro Maluku Tenggara juga belum dapat dihubungi.

Reporter : norsafsaf




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: