Wednesday, November 15, 2017

WWF, FDKP dan SRJS Buka Peningkatan Kapasitas CSO Untuk Kajian Lingkungan Hidup

MITRAPOL.com - Program Shared Resources Join Solution (SRJS) merupakan kolaborasi antara International Union For Conservation of Nature (IUCN), WWF, dan Kementerian Luar Negeri Belanda, untuk melindungi International Public Goods (IPGs) yang berbasis ekosistem di landsekap yang dikelola melalui sistem pemerintahan multi-stakeholder.



Program SRJS di Indonesia dilakukan di tiga landskap yaitu Yapen Waropen, Papua, Bulungan, Kalimantan Utara dan Aceh.

“Untuk landskap PJT mencakup 8 Kabupaten Kota yaitu Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang, Program ini dilaksanakan oleh koalisi WWF Aceh, Forum DAS Peusangan (FDKP) dan Balai Syura Ureung Inong Aceh (BSUIA) yang selanjutnya disebut koalisi PJT,” ungkap Dede Suhendra kepada MITRAPOL.com saat di temui di ruang acara tersebut, Selasa (14/11).

IPGS merupakan kemanfaatan yang tersedia untuk masyarakat secara keseluruhan yang mencakup ketersediaan air, pangan, iklim dan keanekaragaman hayati. Untuk menjamin keanekaragaman hayati diperlukan keseriusan semua untuk menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. Keseriusan semua pihak dimulai dari perencanan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Tetapi di lain pihak banyak kasus kerusakan lingkungan disebabkan oleh pembangunan infrastruktur.



Terkait hal ini pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematik dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup untuk mencegah terjadinya pencemaran dan kerusakan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hidup.

Tetapi kenyataannya tidak semua level di pemerinthan menerapkan kebijakan ini untuk melestarikan lingkungan. Untuk itu diperlukan suatu dorongan kepada pemerintah agar menerapkan kebijakan ini secara maksimal dan juga semua pihak agar bisa ikut terlibat dalam melestarikan lingkungan untuk generasi selanjutnya. Untuk mendorong ini diperlukan penguatan kapasitas kelompok masyarakat sipil agar dapat melakukan advokasi dan analisis terkait kelestarian lingkungan hidup.

Tujuan di adakan nya Peningkatan Kapasitas CSO Untuk Kajian Lingkungan Hidup Strategis di Provinsi Aceh, 14-16 November 2017 ada beberapa poin penting antara lain ;

1. Untuk meningkatkan kapasitas CSO terkait Kajian Lingkungan hidup Strategis di Provinsi Aceh dan untuk berbagi pengalaman strategi yang sudah dilakukan di Provinsi lain.
2. Bagaimana bekerja sama dengan pemerintahan dalam strategi ini, dan bagaimana strategi ini bisa di implementasikan pada perencanaan dan penganggaran pemerintah.

Metode Kegiatan

Metode kegiatan adalah pelatihan dengan menghadirkan narasumber dan fasiliataror yang berpengalaman untuk isu ini. Kegiatan ini akan dilakukan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis, Tanggal 14 sampai 16 November 2017 di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh.


Panitia dari balai Syura WWF, FDKP, SRJS yang tergabung dalam kegiatan ini, turut hadir juga narasumber dari Jakarta Adi Suryana dari PT. Dharma Ina Mandiri.

Reporter : zulkifli


SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: