Sunday, November 19, 2017

Tolak Pasien BPJS, RS Insani Diduga Gelembungkan Dana Pasien BPJS

MITRAPOL.com - Rumah Sakit Insani yang berada di Jalan Perniagaan No 36, Kelurahan Baru Stabat, Kecamatan Stabat Baru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara untuk penerima pasien BPJS sudah tutup. Hal itu dikatakan M. Mui kepada MITRAPOL.com, Juma't (17/11/2017).



M. Mui menjelaskan kronologi kejadiannya dimana dirinya pada hari Minggu (14/11), sekitar pukul 04.00 Wib datang dengan membawa salah satu warga Kelurahan Dendang Kecamatan Stabat bernama Munarwan (39) yang sakit Lever.

Namun, sesampainya dirumah Sakit Insani diruang UGD, salah satu laki-laki berbadan tegap mengatakan bahwa Rumah Sakit Insani sudah tutup dan tidak buka lagi.

“Bila ada pasien yang sakit dibawa saja ke Rumah Sakit Putri Bidadari yang berada di Dusun Dondong Desa Jantera, Kecamatan Wampu,” ujar M. Mui menirukan kalimat pria berbadan tegap itu.

Selanjutnya M. Mui membawa Murnawan ke Rumah Sakit Puteri Bidadari dan langsung diterima dan dirawat inap dengan pasien BPJS.

“Dikarenakan pasien yang saya bawa tidak diterima oleh pihak RS Insani, pagi saya mendatangi RS Insani terlihat sedang beroperasi. Saya menemui Dr. Suwelan dan tidak ketemu dengan Dr. Suwelan, malah beredar kabar dari kalangan PNS di jajaran Kesehatan bila RS Insani telah ditutup di karenakan adanya dugaan penggelembungan dana BPJS seperti memasukkan pasiennya terdahulu, dan mengakibatkan antara pihak rumah sakit dan provider tidak melakukan pembayaran,” bebernya.



Untuk itu pihak perusahaan BPJS, katanya, tidak mau melakukan pembayaran atau klaim kepada Rumah Sakit Insani dan masalah ini menjadi temuan BPK.

Direktur RS Insani Dr. Suwelan, Jum'at (17/11/2017) ketika ingin di konfirmasi tidak ada ditempat.

"Bapak lagi tidak asa ditempat,” jawab seorang perawat dan ketika dihubungi melalui telepon seluler juga tidak dijawab.

Terpisah M. Nazri KTU RS Insani yang berhasil dikonfirmasi menjelaskan terkait penggelembungan dana BPJS mengatakan, RS Insani tidak ada melakukan penggelembungan, yang ada bulan Juli dan November belum dibayar, coba dari sampai coba anda tanyakan kepada BPJS,” pungkasnya.

Reporter : tolhas pasaribu



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: