Tuesday, November 21, 2017

Selonong Boy, Massa Hadang PT Hitay Daya Energy

MITRAPOL.com - Situasi dan kondisi di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok yang akan dijadikan lokasi eksploitasi energi panas bumi makin memanas. Ratusan massa menghadang kendaraan perwakilan perusahaan PT. Hitay Daya Energy usai melakukan survey lokasi di daerah tersebut.

Massa hadang mobil PT. Hitay Daya Energy
Masyarakat geram karena tidak ada pemberitahuan akan kedatangan pihak perusahaan sebelumnya ke Nagari Batu Bajanjang, seperti yang disampaikan oleh beberapa masyarakat kepada awak media, Senin (20/11/17), sore di Nagari Batu Bajanjang Kab. Solok.

“Mereka datang tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat disini. Ini kampung kami, jangan datang seenaknya, seakan nagari kami tak berpenghuni. Hargai kami disini, datanglah seperti tamu, jangan seperti maling yang masuk diam – diam,” jelas masyarakat.

Emosi warga memuncak saat pihak perusahaan yang berada didalam mobil tidak mau turun dari kendaraan yang dihadang massa. Imbasnya, emosi masyarakat tidak dapat dibendung lagi. Ratusan massa melempari kendaraan pihak perusahaan itu hingga akibatnya kaca mobil pecah.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin yang mencoba untuk mendinginkan suasanapun tidak dihiraukan oleh masyarakat, ratusan massa yang marah meminta Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo, hadir langsung untuk memberi penjelasan.



Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari pihak perusahaan yang langsung dievakuasi ke Mapolres Arosuka oleh pihak kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana.

Usai evakuasi pihak perusahaan ke Mapolres Arosuka, aksi masyarakat makin tak dapat dilerai. Ratusan massa membakar salah satu mobil yang ditinggalkan dilokasi dan menggulingkannya ke jurang di sekitar lokasi kejadian.

Saat dikonfirmasi via telepon, Kapolres Reh Ngenana membenarkan telah terjadi aksi massa di Batu Bajanjang yang berakibat kepada aksi pembakaran salah satu mobil milik pihak perusahaan yang datang untuk melakukan survey lokasi ini.

”Memang benar terjadi aksi anarkis oleh masyarakat disana, beruntung kita dapat melakukan evakuasi dan pengamanan terhadap 4 orang perwakilan PT. Hitay Daya Energy ke Mapolres Arosuka,” ungkapnya, Senin malam.

Meski demikian, Reh Ngenana sangat menyayangkan tidak adanya pemberitahuan sebelumnya dari pihak perusahaan secara resmi terkait kedatangannya.

“Kami sangat menyayangkan, karena tidak adanya pemberitahuan sebelumnya secara resmi dari perusahaan terkait kedatangan mereka. Padahal suasana ditengah masyarakat masih belum kondusif,” tuturnya.

Reh Ngenana berharap, kedepannya hal seperti ini tidak terulang lagi. Sementara lokasi kejadian sudah diberi garis polisi hingga adanya kata sepakat oleh pihak terkait dengan masyarakat.

“Kita berharap, kedepannya ada koordinasi semua pihak, termasuk masyarakat terkait kegiatan yang akan dilakukan. Ini bertujuan agar hal serupa tidak terjadi lagi. Kita maklum atas aksi yang dilakukan ratusan massa ini, apalagi lokasi kejadian di area peladangan. Tapi kini, kita sudah memasang police line di lokasi. Pihak perusahaan juga kita larang juga untuk masuk, hingga adanya kata sepakat dengan semua pihak nantinya,” jelas Kapolres Solok.

Reporter : efrizal
Editor : andrey



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: