Thursday, November 23, 2017

Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat Berhasil Ungkap Home Industri Psikoterapika

MITRAPOL.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Suyudi Aria Seto SH. SIK, menggelar Press Rilis di Jl. Kramat Raya No 61, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (22/11/2017).



Kombes Pol. Suyudi Aria Seto menjelaskan terungkapnya jaringan home indrustri psikoterapika jenis extacy (inex), yang tertangkap oleh anggota satuan narkoba Polres Metro Jakarta Pusat dalam penyamaran sebagai tamu karaoke dan dikenalkan kepada tersangka IN alias Jack yang sudah dikenal sebagai pengedar narkotika dan psikoterapika.

“Anggota kami melakukan undercover di room karaoke nomor 910, Hotel Fashion, Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat," kata Kombes Pol. Suyudi.

Minggu (19/11/2017) sekitar pukul 21 : 00 Wib, Subnit 2 unit 1 Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat, berdasarkan laporan informasi dan berhasil menangkap NS di loby Apartement Mediterania Gajah Mada, Jakarta Barat (depan indomaret), dari hasil interogasi terhadap tersangka YS alias Uda yang beralamat di Jl. Kampung Rawa Sawah No. 2, RT. 006, RW. 013, Kelurahan Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Masih katanya, tersangka NS menjual perbutir psikoterapi jenis extacy tersebut kepada tersangka IN alias Jack seharga Rp. 200 ribu.

"Berdasarkan keterangan tersangka YS Unit 1 Subnit 2 dipimpin langsung Kanit 1 AKP Riki Yariandi SH, SIK melakukan tindakan mendatangi lokasi yang diduga dijadikan sebagai tempat pembuatan Psikoterapika jenis Extacy. Ketika berada dilokasi Unit 1 Subnit 2 berhasil menangkap tersangka YS alias Uda tanpa adanya perlawanan, tersangka YS mengakui bahwa 10 (sepuluh) butir Psikoterapika jenis Extacy yang disita dari tersangka IN alias Jack dan tersangka NS tersebut diperoleh darinya," ucap Kombes Pol Suyudi.



Tersangka YS alias Uda bisa menyediakan Psikoterapika jenis Extacy tersebut karena dengan sengaja membuat sesuai pesanan tersangka NS.

Kombes Pol Suyudi melanjutkan, keterangan tersangka YS alias Uda menerangkan bahwa benar telah menyediakan Psikoterapika jenis Extacy sesuai pesanan tersangka NS sudah sebanyak 2 (dua) kali pembuatan dan pengiriman. Pada pembuatan pertama tanggal 19 November 2017 pesanan tersangka NS sebanyak 10 butir (5 butir logo apple warna hijau tua dan 5 butir logo AS warna hijau muda) yang kemudian disediakan untuk tersangka IN alias Jack.

Pembuatan kedua hari Senin tanggal 20 November 2017 NS memesan sebanyak 10 butir (5 butir warna pink dan 5 butir warna ungu). Tersangka YS menerangkan bahwa bahan baku untuk membuat Psikoterapika jenis Extacy tersebut adalah dari promag, Neonapacin dan zat Amphetamine yang sudah di haluskan jadi satu, yang kemudian diberi sedikit air dan dicampurkan jadi satu.

Oleh tersangka bahan baku tersebut dimasukan kedalam alat pencetak untuk memadatkan kembali menjadi butir Psikoterapika jenis Extacy.

"Pengakuan tersangka dalam bisnis haramnya tersebut baru 2 (dua) kali membuat sesuai pesanan tersangka NS," ucap Kombes Pol Suyudi Ario Seto.

Hasil pengecekan sementara Psikoterapika jenis Extacy yang dibuat oleh tersangka YS alias Uda hasil lab Puslabfor Bareskrim Mabes Polri menerangkan bahwa 10 butir (5 butir logo apple warna hijau tua dan 5 butir logo AS warna hijau muda) yang disita dari tangan tersangka IN alias Jack tersebut dan dibuat oleh tersangka YS alias Uda adalah Positif mengandung Zat Amphetamine untuk berlogo Apple warna hijau tua. 5 butir extacy logo AS warna hijau muda adalah negatif mengandung Zat Amphetamine Extacy dengan kategori palsu.

Kombes Pol Suyudi melanjutkan, tersangka dalam pengelohan Psikoterapika jenis Extacy menggunakan bahan Promag, Neonapacin dan Zat Amphetamine.

Namun jika tersangka YS alias Uda tidak mendapatkan bahan baku Zat Amphetamine maka untuk bahan baku hanya menggunakan Promag dan Neonapacin untuk meraih keuntungan lebih.

Kombes Pol Suyudi melanjutkan, setiap 10 butir Psikoterapika jenis Extacy dijual tersangka YS alias Uda kepada tersangka NS sebesar Rp 300 ribu.

“Pasal yang dikenakan atau disangkakan yaitu Pasal 114 (2) sub pasal 112 (2) jo pasal 132 undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 196 Undang-Undang Republik Indonesia Kesehatan dengan ancaman pidana lama 10 tahun," pungkas Kapolres Jakpus saat mengakhiri press realase di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Reporter : sugeng
Editor : andrey




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: