Thursday, November 9, 2017

Pupuk Bersubsidi Langka, Ratusan Petani Geruduk DPRD Kudus

MITRAPOL.com - Akibat pupuk bersubsidi langkah di wilayah Kudus Jawa Tengah, membuat ratusan petani geram. Pasalnya telah berbagai cara sudah ditempuh dan instansi terkait sudah pernah melakukan sidak, namun hingga detik ini belum membuahkan hasil.



Berujung kekesalan para petani itu, akhirnya para warga Kecamatan Undaan yang mayoritas bekerja sebagai petani melakukan orasi (aksi damai) di depan gedung DPRD Kudus, Kamis (9/11/2017).

Akrab Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) sebagai Korlap aksi damai itu menyatakan, distributor banyak melakukan penyimpangan, sehingga membuat langka pupuk bersubsidi.

“Ini sangat menghambat proses tanam padi para petani di lahan seluas 950 Hektar sebagai penyangga perekonomian di Kudus dan sistem distribusi pupuk harus dikaji ulang,” ujarnya dalam orasi, Kamis (9/11).

Edy Pranoto salah satu Korlap Forum Peduli Petani Undaan menyatakan pihaknya meminta agar DPRD Kudus bisa menjembatani dengan instansi terkait dari dinas Pasar dan Perdagangan serta dinas Pertanian untuk segera melakukan sidak dan pengawasan distribusi pupuk sampai tingkat pengecer, dan pihaknya juga meminta instansi terkait bisa mengambil tindakan tegas kepada distributor nakal serta mengambil kebijakan ijin distributor baru.



“Beberapa warga yang melakukan aksi damai ini juga mengancam bila aksi ini tidak ada keputusan yang baik. Kami akan mengerahkan aksi massa yang lebih besar lagi dan juga melakukan mogok tanam padi,” tegasnya.

Saksikan Videonya Disini

Dalam tuntutannya, para pendemo meminta yakni :
1. Pembenahan sistem distribusi pupuk.
2. Hentikan monopoli tunggal dalam pendistribusian.
3. Rasionalisasi (pengecer pupuk disesuaikan dengan luas lahan pertanian di masing-masing desa).
4. Peningkatan pemahaman dan penguasaan lapangan mengenai persoalan pertanian oleh dinas terkait.
5. Solusi dan dampak diberlakukannya Kartu Tani dan hasilnya dari pihak DPRD maupun instansi terkait akan segera memenuhi semua tuntutan tersebut dan akan mengkaji ulang sistem distribusi pupuk diwilayah undaan Kudus.


Pantauan MITRAPOL.com, dilokasi para pendemo berhasil bernegosiasi dengan Irwani SE perwakilan dari DPRD Kudus, Catur perwakilan dari Dinas Pertanian, Etik Sudiarti perwakilan dari Disparindag, dan juga Kapolsek Undaan AKP Anwar.

Reporter : bashopi

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: