Saturday, November 4, 2017

Penganiayaan Terhadap Mahasiswa USU, Rektor USU Biarkan Pelaku Security

MITRAPOL.com - Immanuel Silaban alias Nuel, salah satu mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU angkatan 2010 yang saat ini tengah terbaring kritis di ruang ICU RS Columbia akibat tindak penganiayaan oleh puluhan petugas Security atau dikatakan Satpam USU dikenal sebagai mahasiswa yang kritis di kampusnya.



Berbagai aksi demonstrasi mahasiswa USU, khususnya FIB selalu menempatkannya sebagai penggagas. Nuel juga tercatat sebagai aktivis kelompok aksi Gema Prodem atau Gerakan Mahasiswa Pro Demokrasi.

Itu sebabnya di lingkungan kampus FIB atau bahkan USU nama Nuel sudah cukup dikenal karena keterlibatannya dalam aksi-aksi demonstrasi tentang berbagai isu. Salah satunya adalah demonstrasi menuntut pendidikan gratis yang berlangsung bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu.

“Nuel dituduh sebagai provokator yang menyebabkan terjadinya bentrok dengan aparat keamanan yang berakibat ditangkapnya tiga orang mahasiswa," kata Simon Panggabean SH Koordinator Sumut Proteki Law Firm, Sabtu (4/11/2017).

Simon Panggabean menyampaikan kepada awak media bahwa ia menyesalkan tindakan oknum-oknum Satuan Pengamanan (Security) USU melakukan pengeroyokan kepada korban mahasiswa FIB USU. Semestinya Security menjadi bagian untuk melindungi mahasiswa USU bukan menganiaya mahasiswa.

“Perlu ada tindakan keras dari Rektor atas insiden ini dengan mengambil sanksi tegas pemecatan terhadap Security USU, apalagi kasus seperti ini bukan kali ini aja terjadi. Selama 13 tahun belakangan ini banyak catatan main hakim sendiri yang di lakukan Security USU,” beber Simon.

Area Kampus itu harus steril dari tindakan kekerasaan, lanjutnya, seperti yang di alami Noel Nababan. Karena area kampus adalah tempat belajar dan tempat membimbing anak bangsa bukan menjadi area tinju atau area kekerasan.

“Sanksi pemecatan sangat layak dilakukan bagi Security yang merencanakan dan mengatur pengeroyokan itu, sifat pengeroyokan sudah direncanakan dengan baik sehingga Noel dapat di keroyok dan di culik sehingga mengalami pendarahan otak dan kritis," katanya.

Simon menambahkan, Mahasiswa juga seharusnya lebih giat dalam belajar, kurangi aksi demo. Jika anda melihat para pejabat kampus korupsi atau menyalahi peraturan baru melakukan aksi demo agar kampus tidak disalahkan oleh pejabat kampus.

“Aksi demo penting, asal jangan seperti yang saya bilang tadi. Jangan melakukan aksi yang tidak berguna, seperti mengratiskan uang kuliah, mempermudahkan mahasiswa tamat, yang merugikan Universitas. Namanya mahasiswa harus secara intelektual dan dinamis donk berpikir, sebelum melakukan aksi lihat dan pelajari mana yang mau didemo jangan merugikan diri anda sendiri,” pungkas Simon.

Reporter : hermansyah

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: