Saturday, November 25, 2017

Pasar Sentral Mimika Diduga Dijual Oknum Petugas

MITRAPOL.com - Sungguh miris kinerja Pemerintahan Daerah Kabupaten Mimika seperti halnya dengan Pasar Sentral di Pusat Kota Timika yang rencanya menjadi Ikon kebanggan pusat perbelanjaan di Kabupaten Mimika.

Pasar sentral Mimika yang belum rapih dikerjakan, (insert) Pasar tradisional yang kini terbengakalai 

Namun yang terjadi adalah sebagian oknum nakal yang mengaku bertanggung jawab pada pasar tersebut diduga kuat terlibat aksi jual beli kios pasar yang sesungguhnya belum selesai dalam pekerjaannya.

Pasar tersebut memiliki puluhan petak dengan ukuran 3x3 per petak. Seperti penelusuran MITRAPOL kepada salah satu calon Pedagang yang akan berjualan di pasar tersebut berinisial S, saat ditemui di lokasi bangunan Pasar Central Mimika, Sabtu (25/11/17) menuturkan bahwa semua petak yang ada di pasar tersebut sudah habis terjual dan telah diserahkan kuncinya dari Dinas Pendapatan Daerah melalui salah satu Oknum Honorer pada Dinas tersebut.



Dijelaskanya, dari dugaan penjualan tersebut sesungguhnya beda harga. Pada Lantai Pertama Per Petak dikenakan Rp 50 juta pertahun, sementara lantai Kedua dikenakan Rp 25 Juta namun belum bisa terpakai karena belum selesai pekerjaanya.

"Iya, sudah selesai terjual ini semua petaknya, saya juga ada beli satu petak di lantai bawah seharga Rp 50 juta, tapi kuncinya belum dikasih yang lain semua sudah dikasih, kita semua lagi tunggu habis proyek dikerjakan baru bisa dipakai,” terang S.

Anehnya lagi ada sebagian Pasar Tradisional yang menggunakan kayu sudah terjual habis dan diketahui perpetaknya di jual Rp 5 juta, namun pemiliknya urung berjualan karena sepi peminat dan hingga kini pasar tersebut sudah terlihat punah dan runtuh.

MITRAPOL mencoba mendatangi Dinas Perdagangan dan Koperasi maupun Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika untuk dimintai keterangan lebih lanjut, namun hingga berita ini ditayangkan pejabat yang bersangkutan belum dapat ditemui dengan alasan sedang diluar Daerah.


Reporter : qodri

Editor : andrey



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: