Thursday, November 23, 2017

Lagi, di Kudus Debt Collector Rampas Motor Cara Premanisme

MITRAPOL.com - Maraknya perampasan motor di jalan yang mengatasnamakan Debt Collector maupun Leasing, jelas telah melanggar hukum sebagaimana diterangkan pada pasal 365 KUHP. Kejadian seperti itu membuat warga resah dan mengadu kepada LSM KPMP untuk melakukan klarifikasi mengenai aksi premanisme tersebut, Kamis (23/11/2017).



Dari kronologi yang berhasil dihimpun MITRAPOL.com, pada hari Rabu (22/11), sekitar pukul 12.30 Wib di Jalan Ahmad Yani di dekat PT Djarum Pusat Kota Kudus, Sepeda Motor yang di kendarai oleh Abidin dipepet 4 orang tidak dikenal yang mengatas namakan pihak Finance BFI, seketika itu langsung memberhentikan Abidin dan meminta secara paksa motor yang dikendarainya tanpa dilengkapi tanda pengenal dan surat penarikan resmi dari Pengadilan maupun Kejaksaan.

Padahal pihak kreditur sudah konfirmasi kepada pihak finance kalau hari Sabtu depan akan membayar kewajibannya, tapi pada kenyataannya di rampas oleh para Debt Collector yang tidak resmi tersebut.

Saksikan Videonya Disini

Kang Bi Ketua LSM KPMP sangat kecewa dengan aksi premanisme tersebut dan menanyakan kepada pihak finance mengenai undang-undang fidusia yang berlaku apakah sesuai prosedur atau tidak dan ternyata tidak sesuai prosedur yang berlaku. Seharusnya yang berhak menyita kendaraan bermotor yaitu dari pihak Kejaksaan maupun Kepolisian.



Dari hasil negosiasi yang dihadiri oleh Aji Kepala Head Colector dari pihak Finance BFI hanya bisa membantu untuk meringankan bunga hutang tetapi dari pihak kreditur untuk masalah one prestasi atau keterlambatan dalam membayar angsuran tersebut untuk dilimpahkan kepada Kejaksaan agar sesuai prosedur undang-undang fidusia yang berlaku.

Pihak kreditur menyesalkan cara premanisme yang dilakukan pihak Finance tersebut, namun dari pihak finace hanya bisa membantu meringankan bunga sisa hutang saja dan tuntutan yang lain tidak bisa menjawabnya?.



Sementara perkara ini dibawa ke Polsek Kudus guna diproses lebih lanjut mengenai aksi premanisme tersebut.

Reporter : opie
Editor : andrey




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: