Friday, November 24, 2017

Kompak ! 3 Unit SMPN dengan Plafon Rusak dan Kaca Jendela Pecah

MITRAPOL.com - SMPN 2 Sobang yang diberitakan pada Selasa (21/11/2017), terkait plafon ruang kelas yang rusak tidak terawat ditambah kaca jendela pecah urung diganti sehingga dana BOS menjadi pertanyaan, namun ternyata tidak hanya SMPN 2 Sobang yang di rasa tidak terawat.



SMPN 5 Sobang yang berada di Desa Sindanglaya pun mengalami hal serupa, dan patut mendapat pertanyaan yang sama, tentang alokasi dana BOS untuk pemeliharaan ruang kelasnya?.

Saat MITRAPOL.com mendatangi SMPN 5 Sobang hendak mencari perbandingan alokasi dana BOS untuk perawatan dan perbaikan, dari antara lima unit SMP Negeri yang ada di Kecamatan Sobang, namun justru mendapat catatan tambahan soal kerusakan ruang kelas di sekolah itu.

Tidak terhenti disitu, MITRAPOL.com melanjutkan mencari perbandingan ke sekolah lainnya, kali ini SMPN 1 Sobang yang didatangi pada, Kamis (23/11/2017).

Saksikan Videonya Disini

Sungguh diluar dugaan dan patut disebut kompak, lantaran semua sekolah yang didatangi tidak ada bedanya, kerusakan pun menjadi ciri khas dunia pendidikan di Kecamatan Sobang, plafon dan kaca jendela pecah dengan suasana kumuh sepertinya sudah bukan lagi persoalan yang mencolok mata dari semua pihak sekolah tersebut.(baca juga : Miris ! Ruang Kelas SMPN 2 Sobang Dibiarkan Rusak, Dana BOS Dipertanyakan?)

Salah seorang guru SMPN 1 berdalih bahwa sekolahnya sebagai Unit Tumbuh (UT) yang harus dobel pengeluaran biaya dari dana BOS untuk pembangunan fasilitas dan sarana lain.



“Mengingat Unit Tumbuh (UT) hanya memiliki Ruang guru dan belajar saja, selebihnya harus memikirkan sendiri untuk membangun fasilitas lainnya dan ditambah lagi biaya pemeliharaannya," tukasnya saat ditemui.

“Berbeda dengan SMPN 2 dan SMPN 5 yang berdiri sebagai Unit Sekolah Besar (USB), pembangunannya sudah dilengkapi dengan sarana fasilitas oleh pemerintah, otomatis dana BOS hanya tinggal memikirkan pemeliharaan saja," pungkasnya.

Guru honor selalu disebut-sebut sebagai beban biaya pihak sekolah yang harus dibayar dengan menyedot alokasi biaya perawatan dari dana BOS.



Alasan tersebut sudah tidak asing didengar dan diduga hanya sebagai dalih alasan untuk menutupi kelemahan pihak sekolah yang kurang maksimal dalam menggunakan dana BOS untuk biaya perawatan dan pemeliharaan.

Reporter : CS



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: