Friday, November 24, 2017

Komandan Al Asyi Kecewa dengan Rekomendasi Tim Terpadu IPAL

MITRAPOL.com - Pang Ulee Komanda Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin kecewa dengan win-win solution yang ditawarkan pemerintah kota Banda Aceh dilokasi situs makam kerajaan Aceh.

Situs makam kerajaan Aceh yang ditemukan pada saat pengerjaan proyek IPAL.

Solusi tersebut ditawarkan dalam pertemuan antara pihak pemerintah kota Banda Aceh dan para pihak yang mempermasalahkan proyek pembangunan IPAL di kota Banda Aceh di Balaikota Banda Aceh, Rabu (22/11/2017) lalu.

Tuanku Warul menyampaikan dalam pertemuan tersebut menghasilkan keputusan rekomendasi dari tim yang disampaikan ketua BPCB Aceh-Sumut Deni Sutrisna bahwa proyek IPAL boleh dilanjutkan dan situs makam yang ditemukan hanya akan dipasang atap.

"Ini tentunya sangat kontra dengan sikap Gubernur yang dengan tegas menyatakan bahwa ini merupakan kecelakaan Sejarah, makam ini harus dikembalikan ke tempat semula," ujar keturunan Raja Aceh ini kepada mitrapol.com, Jum'at (24/11/2017).



Dia melanjutkan, gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah merencanakan akan segera membentuk tim khusus untuk memeriksa lokasi ini dan akan segera merencanakan menutup bukit sampah TPA dan menjadikannnya bukit Situs Peradaban Aceh dengan menutup dengan rumput yang indah bukan dengan tumpukan sampah.

"Infrastruktur yang telah terbangun ini akan dialihfungsikan menjadi pusat kajian peradaban Aceh," imbuhnya mengutip ucapan gubernur Aceh beberapa waktu lalu.

Senada dengan Gubernur, dia menyampaikan bahwa sudah saatnya DPRA merumuskan qanun perlindungan situs sebagai identitas fisik sebuah peradaban bersamaan dengan rumusan identitas ke Acehan lainnya seperti masalah himne, lambang Aceh dan bendera.

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Kesemuannya ini merupakan identitas Aceh yang perlu segera diperjuangkan, kalau BPCB tega memberi rekomendasi bahwa IPAL tetap boleh dilanjutkan, mari kita bentuk sendiri badan untuk mengurus situs di Aceh, jangan lagi tergantung dengan BPCB yang tidak paham persoalan di Aceh," tegasnya.

Reporter : safdar


SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: