Thursday, November 9, 2017

Kades Sukaresmi Sobang Diduga Berikan Keterangan Fiktif

MITRAPOL.com - Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) dengan mekanisme ‘Pola Padat Karya’ yang memiliki tujuan untuk membuka peluang bagi masyarakat setempat, agar dapat berperan sekaligus mendidik sumberdaya manusia secara langsung sebagai penerima, pengelola, pemelihara dan pemanfaat dari program P3MD tersebut.



Namun sebaik apapun tujuan tersebut tidak akan berjalan baik, jika kepala desa selaku penanggung jawab P3MD tidak bekerja profesional bahkan ingin serba instan dan dapat berakibat terjebak pada paradigma otomatis, menyatakan pekerjaan selesai secara administrasi (SPJ). Faktanya belum beres dan bahkan dikerjakan secara asal-asalan akibat terlalu sibuk memikirkan keuntungan dari anggaran.

Seperti di Desa Sukaresmi Kecamatan Sobang Lebak-Benten, seorang warga yang tidak mau ditulis namanya memberikan informasi kepada MITRAPOL.com, bahwa pekerjaan pemasangan pavling blok di kampung Bongkok Desa Sukaresmi belum rampung dikerjakan, namun sudah dinyatakan selesai dan terkesan asal asalan.



Ketika MITRAPOL.com yang menerima aduan warga lalu menghubungi Nurdin, Kepala Desa Sukaresmi untuk menanyakan terkait pekerjaan P3MD tersebut melelui WhatsAppnya, pada Rabu (8/11/2017). Nurdin menyatakan bahwa pekerjaan sudah progres 100%. Sementara fakta dilapangan dari pernyataan Nurdin itu bertolak belakang, antara warga dengan kepala desa sukaresmi, sehingga MITRAPOL.com harus memastikan keterangan keduanya kepada Pendamping Desa (PD) untuk mengetahui keterangan yang sebenarnya.

Ketika dikonfirmasi Aliyudin selaku Pendamping Desa (PD) melalui WhatsApp, menjelaskan bahwa memang benar, pengerjaan pavling blok di kampung bongkok desa sukaresmi tersebut belum rampung dikerjakan.

“Belum, yang pavling blok sedikit lagi,” kata Aliyudin.

Amat disayangkan seorang kepala desa selaku penanggung jawab P3MD yang seharusnya kooperatif dalam memberikan keterangan justru berusaha menutupi kekurangan dengan pernyataan bohong kepada wartawan.

Sepatutnya sosok kepala desa harus bicara realita dan transparan kepada awak media, terkait pembangunan yang dibiayai oleh anggaran negara seperti Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), agar dapat di publikasikan dan tidak terkesan negatif.

Disini kepala desa sukaresmi seolah-olah hendak menutupi pekerjaan yang terbesat pragmatis dan instan serta hanya memikirkan untung ruginya saja, bahkan lupa bahwa kualitas fisik harus sesuai dengan pertanggung jawaban secara administrasi.

Reporter : aan




SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: