Friday, November 10, 2017

BPJS Kesehatan dan Pihak RS Syekh Yusuf Mengecewakan?

MITRAPOL.com – Hanya karena Kartu BPJS Kesehatan nya belum dibayar, salah satu pasien RS. Syekh Yusuf Gowa, yang tinggal di bilangan Romang Polong, mendapatkan perawatan yang tidak begitu memuaskan dan malah diberikan kesulitan serta kekecewaan terutama saat sesudah diterima, Kamis, (09/11/2017), sekira pukul 19:00 Wita.



Menurut keterangan orang tua pasien Hajrah (25) bahwa anak nya belum dilayani sepenuhnya dengan alasan persyaratan administrasi belum lengkap, padahal kondisi anaknya dalam kondisi lemah, dan loyo.

"Anak saya kasihan, loyo sekali dan tidak mau makan tapi pihak dokter belum mengambil tindakan yang semestinya dilakukan karena ini anak saya sudah dalam kondisi lemah, loyo tidak mau makan kasihan,” ujarnya sedih.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kita lihatmi pak kasihan bagaimana kondisinya anak saya. Sambil menunjuk kearah anaknya yang terbaring lemas saat MITRAPOL.com, mendatangi ruangan anak RS. Syekh Yusuf Gowa.

“Baru dilayani sejam sesudah saya membayar uang obat dengan di kasih resep kecil dan ditukar sesudah ambil obatnya. Yang mana diresep tersebut diambil dari Diyankestis rumah sakit Syekh Yusuf Jl. Dr. Wahidin Sudirohusada No. 48 dengan membayar Rp. 115 ribu baru saya dilayani pak,” ujar Hajrah kepada MITRAPOL.com.



Keesokan harinya Jumat, (10/11/2017), Humas RS. Syekh Yusuf Gowa saat ingin ditemui MITRAPOL.com diruangannya dilantai dua namun ruangannya terkunci.

Menurut salah seorang petugas di lantai dua saat ditanyakan keberadaan Humasnya, berkata bahwa humasnya barangkali masih tidurki didalam.

"Iyye tidak tak bukaki pintunya mungkin tidurki itu," katanya singkat sambil berlalu masuk ruangannya.

Sementara keluarga si pasien menjelaskan bahwa dia sementara sudah berusaha dan sudah menemui pihak Dinas Sosial agar dibantu dan mendatangi juga Kantor BPJS Gowa agar memberikan jalan dengan cara BPJS nya bisa aktif, namun sesampai di kantor BPJS. Pihaknya kembali kecewa karena BPJS nya baru bisa aktif jika sudah membayar tunggakan atau pinjaman nya sebesar Rp. 600 ribu lebih.

Pihaknya sudah pasrah saja, karena memang beginilah nasib orang yang miskin. “Maumi diapa kita pasrah saja kodong, apa karena seakan-akan kita ini dipaksa untuk membayar dan sudah dijebak ki,” ujarnya.

Dikatakannya, Tidak dibayarki BPJS tunggakanka tidak dilayaniki anakku di RS. Pasti dimasukan umum, mauki dibayar tidak ada uang sebegitu yang kupegang, tidak ada jalan keluarnya selain minta pinjamka sama tetanggaku.

"Tapi saya malah disampaikan bahwa BPJSnya ini bisa aktif setelah kita bayar tunggakanta, namun malahan setelah dibayar justru pernyataan tadi tidak sama dengan sebelum kubayar, karena keaktifan kartu BPJS anak saya nanti diaktifkan dua minggu kemudian,” tutupnya.

Saat dikonfirmasi karyawan BPJS Kesehatan Gowa, Iyan lewat telepon selulernya menyarankan agar awak media untuk konfirmasi terlebih dahulu.

"Tidak apa-apa kita daftarkan ini si pasien ikut dengan Bapaknya yang lebih dulu daftar, tapi keaktifan keanggotaannya baru keluar dan bisa dipakai setelah maksimal 14 hari jam kerja,  jadi meskipun didaftar ini hari tetap saja BPJSnya belum bisa dipakai atau aktif," terang Iyan. 

Sampai berita ini diturunkan pihak RS. Syekh Yusuf Gowa belum bisa ditemui terkait masalah ini.


Reporter : mir



SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: