Friday, November 24, 2017

2 Remaja Diduga Korban Trafficking Diamankan di Polres Nabire

MITRAPOL.com - Pasca penahanan dua remaja inisial RM dan DA yang di duga korban trafficking oleh pihak anggota Pospol KP3 Laut Nabire, pada saat turun dari kapal motor (KM) Gunung Dempo dan hanya berbekal surat kartu keluarga serta kartu sehat, pada hari Kamis tanggal 28 September 2017 lalu di Pelabuhan Nabire, orang tua korban dari dua remaja yang di duga korban trafficking, berharap agar pihak Polres Nabire memulangkan anaknya kembali ke Makasar.



Kapospol KP3 Llaut Ipda A. Syaipul Rizal S.T.K setelah di konfirmasi menjelaskan, bahwa penahanan yang di lakukan oleh pihaknya berawal dari melihat sikap kedua remaja yang di ketahui berasal dari Makasar ini, di saat turun dari kapal gunung dempo di pelabuhan nabire mengenakan baju seksi serta berambut pirang.

“Kami duga masih di bawa umur, selanjutnya kami lanjutkan ke Polres Nabire untuk pengembangan serta penyidikan lebih lanjut," jelasnya di Pospol KP3 Laut Nabire, Rabu (8/11/2017).

Di tempat terpisah Kepala Bagian Operasi (KBO) Reskrim Polres Nabire Ipda Petrus Paranoan mengatakan bahwa, dirinya tidak bisa memberikan keterangan saat ini dan meminta MITRAPOL.com konfirmasi langsung ke Kasat Reskrim untuk mendapatkan penjelasan.

“Berhubung saat ini sudah ada pergantian Kasat Reskrim, bahwa Kasat yang baru akan berada di tempat sekitar satu minggu lagi,” ujarnya.

Dikatakannya, mengenai dua remaja yang di duga korban trafficking sebelumnya di amankan di mes Polwan, karena mengingat kebutuhan serta kenyamanan dua remaja tersebut, saat ini mereka kami amankan di kediaman saya.



Setelah di konfirmasi via telpon seluler Nurdiana orang tua dari salah satu korban yang diduga trafficking menjelaskan, bahwa karena faktor ekonomi keluarganya dan akhirnya dirinya sebagai orang tua menginjinkan anaknya itu keluar daerah untuk mencari pekerjaan agar bisa membantu kebutuhan hidup keluarganya.

“Kami sekeluarga yang ada di Makasar sangat berharap agar anak kami bisa cepat di pulangkan, karena kami sebagai orang tua prihatin dengan kondisi anaknya saat ini, dan sangat tidak menyangka bila niat untuk mencari hidup akhirnya menemukan masalah seperti ini,” ucap Nurdiana dengan nada sedih.

Sedangkan orang tua dari korban di duga trafficking (DA) tidak bisa di hubungi karena dalam kondisi sakit serius.

Kepada MITRAPOL.com seorang Ibu berinisial AH menjelaskan, bahwa dirinya sama sekali tidak tahu dengan kedatangan dari dua remaja tersebut.

“Saya hanya di telfon oleh karyawan saya (NS) selaku penjaga kios untuk minta bantuan agar menjemput seorang laki-laki yaitu adiknya (NS) yang di sebut (SM) di pelabuhan nabire, dan saya meminta bantuan ke salah seorang sopir (SK) untuk menjemput (SM) di pelabuhan nabire, setelah sopir sampai di pelabuhan nabire, (SK) menghubungi saya dan menyampaikan bahwa kami sedang bermasalah karena ada dua remaja (wanita) yang ikut bersama (SM), dan saat ini kami lagi di tahan di Pospol KP3 Llaut Nabire,” bebernya.

AH menambahkan, saya sangat merasa kesal karena dengan niat baik saya membantu NS untuk menjemput adiknya si SM sehingga saya bisa terjerat dalam masalah ini. “Saya sampaikan bahwa saya tidak tahu menahu dengan kedatangan kedua remaja tersebut, yang saya tahu hanyalah adik nya NS yang datang sehingga saya menyuruh SK menjemputnya. Saya merasa sedih karena saya di jadikan pelaku dalam kasus ini, saya berharap agar masaalah ini bisa cepat selesai agar kami bisa bekerja untuk mencari kebutuhan hidup kami," ucap AH.

Saat kembali di konfirmasi di Reskrim Polres Nabire pada Selasa (21/11/2017), penyidik dalam kasus tersebut hanya menyampaikan bahwa, dirinya tidak bisa memberikan keterangan terkait kasus ini, sebaiknya di konfirmasi kepada Kepala Bagian Operasi (KBO).

Di tempat terpisah KBO Reskrim Polres Ipda Petrus Paranoan menyampaikan bahwa, kasus ini akan segera di selesaikan, dan mengenai (SM) saat ini sudah berada di Makasar karena meminta ijin ke kami berhubung nenek nya sakit serius.

“Sedangkan (NS) yang mengajak dua remaja tersebut berada di kediaman KBO bersama sama kedua remaja yang di duga traficking, tentang dua korban tersebut saya amankan di rumah saya karena mengingat kenyamanan serta kebutuhan dari dua korban tersebut," ucapnya.

Sampai berita ini ditayangkan Kasat Reskrim Polres Nabire tidak berada di tempat, menurut KBO Ipda Petrus Paranoan, Kasat Reskrim Polres Nabire belum berada di tempat, dan kemungkinan beberapa hari lagi berada di Polres Nabire.

Reporter : ronald karambut
Editor : andrey





SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: