Wednesday, October 18, 2017

Polsek Jatiuwung Kawal Pengamanan Pengukuran Lahan Fasum Fasos

MITRAPOL.com - Polsek Jatiuwung Polres Metro Tangerang Kota ikut mengamankan jalannya pengukuran yang di lakukan oleh BPN Kota Tangerang di tanah fasum fasos di wilayah RT 04/06 Kelurahan Panunggangan Barat Kecamatan Cibodas Kota Tangerang yang akan di tertibkan, Rabu (18/10/2017).



Pengukuran ulang yang di lakukan oleh pihak BPN seusai hasil rapat dengan pertemuan dari pemerintah Kota Tangerang, Polres Metro Tangerang, Polsek Jatiuwung, Ormas BPPKB, dan massa yang terkait tinggal di lahan fasum fasos di wilayah RT 04/06 Panunggangan Barat.

Setelah menggelar apel gabungan yang pimpin oleh IPDA Dede anggota Polsek Jatiuwung, BPN dan Satpol PP Kota Tangerang di Polsub Sektor Palem Semi sekitar pukul 10.00 Wib, pengukuran yang di lakukan oleh pihak BPN Tangerang yang di pimpin oleh Atang dan di dampingi oleh pihak Kepolisian IPDA Anton, Aiptu Purwanto beserta anggota Polsek Jatiuwung dan Satpol PP Kota Tangerang di pimpin oleh Kaonang, serta Ketua RT dan RW.

Awalnya pengukuran berjalan dengan lancar, pengukuran awal di ambil dari atas gedung yang baru di bangun dengan memakai alat ukur GPS, dan bergeser ke tempat berikutnya. Tiba-tiba saat lanjut melakukan pengukuran pihak Ormas BPPKB dan Massa, sempat menghalang-halangi, mereka beralasan belum ada keputusan rapat dari dewan menurut pihak Ormas BPPKB yang di pimpin oleh Usman.

Saksikan Videonya Disini

Sempat terjadi cekcok mulut, pihak Ormas mengatakan belum ada jadwal pengukuran dari pihak BPN, dan masih menunggu hasil rapat dewan.

Sementara Lurah Panunggangan mengatakan, pengukuran ini di laksanakan karena sudah ada kesepakatan hasil rapat waktu di Polres Metro Tangerang Kota, Senin tanggal 16 September 2017.

Pengukuran yang dilakukan oleh BPN sempat tegang dan akhirnya dihentikan. Tapi situasi bisa di kendalikan oleh pihak Kepolisian Polsek Jatiuwung, setelah selesai pengukuran, tiba-tiba ada pihak BPN yang di tangkap Ormas dan di bawa ke markas Ormas BPPKB.

M. Abules tim BPN yang di tahan pihak Ormas mengatakan, pas lagi mengukur di lantai 2 gedung yang baru di bangun, tiba-tiba seorang anggota Ormas menyuruh turun dirinya.

“Anggota Ormas itu langsung mengambil 2 buah alat mengukur serta KTP saya yang di sita,” terang Abules.

Mendengar kejadian tersebut anggota Kepolisian, Aiptu Purwanto dan IPDA Anton langsung ke TKP mengambil kedua alat dan KTP yang di sita ormas tersebut, dan kedua alat pengukur dari BPN bisa di ambil kembali.


“Sebelumnya pihak Ormas juga memaksa pihak RT 04 dan RW, untuk menandatangani lahan fasum fasos di wilayah yang akan mau di tertibkan oleh pihak pemerintah Kota Tangerang, tapi RT dan RW menolak,” tambah Sugeng, Ketua RT 04/06 Panunggangan Barat.

Reporter : sukron

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: