Tuesday, October 31, 2017

Polres Tangsel Ajak Warga Curug Cegah Paham Radikalisme

MITRAPOL.com - Bahaya penyebarluasan paham radikalisme masih menjadi momok yang menakutkan bagi Pemerintahan Kabupaten Tangerang.



Dilihat dari rententan penangkapan dan penembakan terduga teroris menurut Sekjen MUI Tangsel Abdul Rojak menjelaskan, Hasil evaluasinya, paham-paham itu menyasar kalangan muda terutama yang masih kurang tentang pengetahuan ilmu dibidang Agama, kata Abdul Rozak, saat menjadi nara sumber Pembinaan dan penyuluhan dengan tema “Penertiban dan Penegakan Hukum terhadap Organisasi Radikal dan Anti Pancasila” yang digelar di Gedung Rasane Jalan Raya Binong Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Selasa (31/10/2017).

Acara yang di hadiri Tokoh Masyarakat Binong H. Muslihat selaku pemimpin doa, Anggota Polres Tangsel, Anggota Polsek Curug, Citra Bhayangkara Curug, Ojek Online dan Masyarakat Curug.

Abdul Rozak, meminta semua elemen masyarakat dan pemerintahan agar terus mempererat silaturahmi, serta proaktif melakukan kegiatan-kegiatan dialog keagamaan. Upaya itu nantinya diharapkan mampu mengikis penyebaran paham radikalisme tersebut.

Saksikan Videonya Disini

“Kita sudah sering melakukan pertemuan seperti ini tiap tahun, bisa tiga sampai empat kali. Saya berharap masyarakat Kabupaten Tangerang semakin cerdas dan tak mudah terprovokasi oleh ajaran-ajaran menyimpang itu, karena dampaknya akan berpengaruh sangat luas,“ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, menurut Kepala Bidang Politik dan Ormas Kesbang Polimas Tangsel TB. Suradi menjelaskan, organisasi radikalisme di Indonesia kini berkembang hingga ke daerah, tapi kita terus berusaha, terus lakukan pendekatan, dan kita berkomunikasi dengan seluruh jajaran elemen guna mempersempit ruang gerak penyebaran paham radikal.

“Perlu penanganan secara khusus dan bergotong royong. Jadi bukan hanya tugas kami pihak pemerintah maupun forum koordinasi pimpinan daerah baik itu polisi, tentara dan yang lainnya tapi kita kita juga melibatkan unsur masyarakat,” jelas TB. Suradi.

AKP Purwanto mengatakan, Polri sendiri untuk menangkal radikalisme di Indonesia, melakukan tiga langkah yakni pra preventif, preventif dan reprsesif. Saat ini Polri lebih fokus pada upaya preventif bersama masyarakat.


“Diharapkan dengan adanya pembinaan dan penyuluhan ini, masyarakat memahami dengan benar organisasi radikalisme dan faham-faham anti Pancasila,” pungkasnya.

Reporter : sukron

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: