Tuesday, October 31, 2017

Ketua Lembaga Acheh Future Soroti Perilaku Pemuda Aceh di Medsos

MITRAPOL.com - Etika beberapa masyarakat Aceh selama ini di media sosial (medsos) menjadi sorotan publik, salah satu video yang melecehkan Ulama tentang penertiban tempat tempat tempat parawisata, Selasa (31/10/2017).



Di saat Dayah Bustanul Huda terjadi musibah kebakaran 13 unit rumah dewan guru, beberapa oknum di akun Facebook, salah satunya Akun FB bernama Muhammad Yahya juga berkomentar yang tidak layak untuk di baca, itu satu pertanda, bahwa masyarakat mulai pudar ciri khasnya sebagai orang Aceh, sehingga tidak mengenal lagi hati dirinya sendiri sebagai Ahlul Sunnah Wal Jamaah.

“Hal itu terjadi karena dirinya tidak dibekali dengan pendidikan Agama,” kata Ketua Lembaga Acheh Future di saat menghadiri Acara Hari Ulang Tahun (HAUL) Wafad nya Ulama Karismatik Aceh Tgk H. Abdussamad (Abu Tanjung Dalam) yang ke delapan, Selasa (31/10).

Acara Tausiah HAUL tersebut di hadiri Tgk H. Muhammad Djafar (Abi Lueng Angen) Ketua Rabitah Silaturrahmi Santri Se Aceh, Tgk Ismail Bin Thaib (Abi Buket) Tgk Muzakir Abdullah, (Ayah Simpang Lhee) dan sejumlah Pimpinan Dayah lainnya.

Sementara itu juga hadir Mantan Wagub Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, Ketua KPA Pase, Ketua DPRK Aceh Utara Ketua Lembaga Acheh Future, dan Sejumlah Relawan Irwandi-Nova dan ribuan undangan lainnya.

Razali Yusuf mengajak masyarakat Aceh untuk mengutamakan anak-anaknya di Pendidikan Agama, bila mereka dibiarkan apa yang di inginkannya, maka jangan salahkan mereka nanti bila tidak mengenal orang tua nya.

“Kami juga berharap pada Pemerintah Aceh untuk meningkatkan fasilitas pendidikan Agama, mulai dari TPA sampai ke Dayah-dayah, dan kami juga meminta pada DPR Aceh juga di Dinas Terkait untuk mengalokasikan secara rutin anggaran untuk pengadaan kitab buat santri/santriwati yang kurang mampu,” terangnya.

Kami dari Acheh Future, lanjutnya, siap membantu proses penyaluran nya sesuai dengan data yang valid, karena selama ini kami banyak menerima laporan dari tokoh masyarakat tentang nasib santri santriwati yang kurang mampu sangat membutuhkan perhatian, “mengingat beasiswa dan pelengkapan buku untuk Siswa dan Mahasiswa yang sedang belajar, disediakan oleh pemerintah,” paparnya.

Kenapa untuk Santri dan santriwati terlupakan, kata Razali di saat berbincang dengan Tgk H. Hamidi (Abi Midi) Pimpinan Dayah Darul Aman, Gampong Tanjung Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Reporter : zulkifli

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: