Tuesday, October 31, 2017

Hukum Tajam Kebawah Tumpul Keatas, Ketangkap Nyabu Petinggi DPRD Palas Cuma di Rehabilitasi

MITRAPOL.com - Beginilah bila hukum tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Bahkan hukum bisa di beli hingga aturan jadi permainan. Ini jelas merugikan masyarakat yang juga mengalami kasus yang sama terhadap kedua petinggi DPRD Palas dan Sekwan yang di tangkap saat pakai sabu di Hotel Delta Kota Medan baru - baru ini.

Ketua DPRD Palas SN (kemeja hitam) dan Sekwan PH (kemeja putih).

Ketangkapnya petinggi DPRD Palas dan Sekwan Palas ini membuat malu pemerintahan di Indonesia, khususnya Kota Medan, Sumatera Utara.

"Dia itu wakil rakyat,harusnya bekerja untuk rakyat dan melindungi rakyatnya. Bukan enakan datang ke Medan untuk bersenang - senang. Apalagi sampai pesta sabu lagi di Hotel. Gak bener ini.itu harus di copot dan dihukum lebih berat" kata Riza (50) warga Kota Medan yang di mintai tanggapan oleh MITRAPOL.com, Senin (30/10).

Dari data yang di himpun MITRAPOL.com, petinggi DPRD Palas dan Sekwannya hanya di rehabilitasi rawat jalan saja oleh BNN. Hal ini di jelaskan oleh kepala BBNP Sumut Brigjend Andi Loedianto.

"Ketua DPRD Palas dan Sekwannya positif penguna narkoba. Dari hasil asesmen atau penyelidikkan tersangka masih bisa dirawat jalan. Sehingga pelaku hanya dirawat jalan lebih kurang 8 kali pertemuan" ujarnya.

Dari keterangan Kepala BNN Propinsi Sumatera Utara, justru perlakuan ini tidak adil dengan banyaknya pengguna sabu yang di tangkap oleh pihak kepolisian di Sumatera Utara dan di jerat dengan ancaman pidana kurungan.

Hal yang sama di katakan Zulham (30), warga Kota Medan. Beliau menjelaskan, bahwa perbuatan ini justru tidak adil. Lihat saja, banyak masyarakat biasa yang pengguna sabu di tangkap kepolisian Medan, di hukum penjara Hingga 4 tahun atau lebih.

"Kalau memang ada aturan pengguna sabu yang ditangkap polisi bisa di rehabilitasi, harusnya masyarakat yang mengalami kasus serupa bisa di rehabilitasi juga. jangan mentang-mentang mereka agggota Dewan, Pejabat, Artis dan Aparatur Negara yang banyak duit, seenaknya mendapatkan perlakuan istimewa. Ingat, kita semua sama dimata hukum." sesal Zulham yang menyayangkan sikap kepolisian dan BNN pilih kasih.

Reporter : tim

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: