Friday, September 1, 2017

Tiga Sekolah Mengadakan Acara Manasik Haji di Pendopo Perumahan Islamik

MITRAPOL.com - Dengan datangnya Hari Raya Idul Adha bertempat di Pendopo Perumahan Islamik, tiga sekolah di Islamik Kelapa Dua Tangerang mengadakan kegiatan Manasik Haji. Tiga sekolah itu antara lain, SDS Fajar Islami, PGTK Fajar Islami dan Al-Fatin yang ada di wilayah Islamik, Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Rabu (30/8/2017).



Mengharukan sekaligus memberikan aura positif kepada perkembangan anak-anak yang belajar di sekolah-sekolah itu, dari kesan yang terlihat banyak orang tua murid yang hadir menemani anak-anaknya yang rata-rata berusia 6 tahun kebawah ini saat menjalankan pengalaman menjalani salah satu Rukun Islam ini.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan rangkaian Sholat Idul Adha, Thawaf mengelilingi Kabah dan Hajar Aswadnya, Sa'i dan Lempar Jum'rah ini memang wajib diperkenalkan kepada para anak-anak usia dini ini, agar menjadi bekal Iman untuk masa depannya.

Saksikan Videonya Disini

Ada benarnya pepatah yang mengatakan, mendidik anak secara keras dan disiplin di saat kecil ibarat mengukir diatas batu, sesuatu yang akan membekas kedalam memori mereka, apalagi usia anak-anak di rentang waktu taman kanak-kanak termasuk usia emas. Para orang tua murid yang hadir dalam acara ini sempat berkomentar kegiatan seperti ini seharusnya sering dilakukan, mengingat serbuan permainan game online dan pengaruh internet yang makin bebas membuat banyak anak-anak menyaksikan program yang belum saatnya mereka lakukan dan tonton.

Manasik Haji bagi mereka yang akan melakukan ibadah haji atau umroh merupakan latihan membaca doa bagi para calon haji setiap thawaf, sa'i, dan lempar jumrah. Kegiatan yang bagi sebagian kalangan seperti aneh ini ada tuntunan ritualnya. Secara umumThawaf mengelilingi Kabah adalah wujud penyembahan dan penghormatan kepada Allah SWT, Sa'i ibarat melakukan kegiatan lari-lari kecil yang dilakukan istri Nabi Ibrahim dalam mencari air antara bukit Shafa dan Marwah. Sedangkan lempar jum'rah ibaratnya kita melempar batu kerikil kecil kepada dinding yang dianggap sebagai perwujudan setan penganggu manusia yang harus dihindari dan dilawan. Para anak-anak berpakaian ihram mengenakan baju berwarna putih dan dipisahkan keduanya ketika duduk mendengar sambutan dari pembimbing acara.


“Acara ini sengaja di buat untuk para anak-anak agar bisa mengenal dan mengetahui tata cara ibadah haji,” pungkas Rijal, pembimbing acara.

Reporter : sukron

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: