Monday, September 11, 2017

Perdagangan Satwa Dilindungi di Gagalkan Polresta Tangerang

MITRAPOL.com - Jajaran Polresta Tangerang berhasil menggagalkan ekspor cangkang kura-kura dan tanduk rusa. Perdagangan satwa ilegal itu berhasil digagalkan setelah Polresta Tangerang menggrebek gudang CV. Sinar Puri Kencana di Jalan Raya Otonom Cikupa, RT 05/02, Desa Talaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (9/9/17) kemarin.



Pemilik gudang yang digrebek diketahui seorang perempuan bernama Sulastri (63) warga Jalan Kebun Jeruk XIV Nomor 2 RT. 014/005, Kelurahan Maphar Taman Sari, Jakarta Barat.

"Timsus Polresta Tangerang melakukan pemeriksaan gudang yang diduga dijadikan tempat pengumpulan sejenis satwa dan tanaman obat yang dilindungi yang siap ekspor," kata Kapolresta Tangerang AKBP H.M. Sabilul Alif saat ekspos kasus tersebut, Senin (11/9/2017).

Dalam eskpos yang juga dihadiri Direktur Penegakkan Hukum Pidana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia M. Yunus itu dijelaskan, dalam penggrebekan itu ditemukan cangkang kura-kura sebanyak 1000 dus. Tanduk rusa sebanyak 200 koli. Kapulaga sebanyak 100 karung. Akar Tunjung langit sebanyak 53 dus dan bahan baku cincau sebanyak 1000 dus.


"Rencananya, barang-barang itu akan diekspor ke Tiongkok. Atas temuan tersebut, barang-barang itu tidak jadi di ekspor," kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, kegiatan perdagangan satwa itu merugikan ekosistem hewan yang dilindungi. "Dugaan diambil dari Papua atau Indonesia bagian Timur," terang Kapolres.

Sementara itu, M. Yunus mengatakan, pihak KLHK RI akan berkoordinasi dengan pihak Polri terkait penyelidikan lebih lanjut atas penangkapan tanduk rusa dan cangkang kura-kura itu.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polri khususnya Polresta Tangerang atas pengungkapan kasus ini," ujarnya.


Dalam kasus itu, tersangka diduga melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati Pasal 21 dan Pasal 40 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Reporter : sitanggang

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: