Saturday, September 2, 2017

Pasca Adanya Penolakan Pasien Ditelantarkan, Dirut RSUD Labuang Baji Minta Maaf

MITRAPOL.com - Pasca adanya insiden penolakan pasien di Rumah Sakit Labuang Baji, terkait tentang surat keterangan tidak mampu atas nama Muh Ardiansyah (5), anak dari Rahmayadi, Jumat malam (25/8/2017), dinilai oleh Dirut RSUD Labuang Baji Andi Mappatoba sebagai bahan evaluasi dirinya kedepan.

Dirut RSUD Labuang Baji Andi Mappatoba.

Andi Mappatoba mengatakan hal ini menjadi pelajaran bagi pihaknya untuk membenahi dan lebih meningkatkan kembali pelayanan khusus di tingkat staffnya.

"Sebenarnya ada juga hikmahnya semua ini. Agar supaya kami langsung membenahi lagi manajemen kami. Memang kami ini berusaha terus memberikan pelayanan prima, apalagi saya ini masih baru sekitar dua minggu lebih menjadi Dirut di Labuang Baji," kata Andi Mappatoba saat menemui orang tua pasien, Selasa (29/8) kemarin.

Andi menegaskan, saat ini evaluasi dilakukan tentang peningkatan pelayanan khususnya peningkatan kinerja staf, penyediaan informasi bagi pengunjung, respon cepat pasien, dan peningkatan keselamatan pasien.

"Inilah tantangan kami sebagai pejabat yang baru 16 hari, untuk memperbaiki pelayanan," sambungnya.

Terkait insiden ini telah terjadi hingga dirinya diminta untuk menyampaikan RDP ke DPRD hingga ke Gubernur, Andi Mappatoba mengaku siap menyampaikan progres RSUD Labuang Baji yang saat ini ada di tangannya.

"Sebagai pelayan publik. Kami siap menyampaikan semua kondisi di RSUD Labuang Baji," terangnya.

Sebelumnya juga, kata dia, sudah menemui langsung orang tua pasien dan menyampaikan jika seluruh biaya pengobatan Muh Ardiansyah akan ditanggung sebagai bentuk permintaan maaf pihak RSUD Labuang Baji.

"Beliau (Dirut) selalu memantau kondisi anak saya. Sekarang anak saya berobat di rumah saja, dan sudah baikan," kata Rahmayadi, Rabu (30/8).

Rahmayadi menambahkan pihak keluarga sudah merasa terhormat telah mendapat perhatian langsung dari pihak Dirut Labuang Baji.

"Beliau memang sampaikan ada miss komunikasi saat itu. Karena staff yang tidak tahu, karena rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang lagi butuh penanganan cepat," sambung Rahmayadi, yang juga berprofesi sebagai jurnalis.

Reporter : mir

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: