Saturday, September 2, 2017

Keluarga Korban Dugaan Pelecehan Seksual TK Mexindo Bogor Minta KPAI Bantu Blokir Video Anak Korban

MITRAPOL.com - Dugaan kekerasan seksual yang menimpa seorang siswi di sekolah Mexindo Bogor, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Polresta Bogor. Kasus yang menyita perhatian publik ini memicu keprihatinan banyak pihak.



Setelah KPAI dan LPSK mengunjungi TK Mexindo Bogor dan sempat juga bertemu dengan korban dan keluarganya, sekarang giliran keluarga korban mendatangi KPAI karena tim lawyer korban memang mengirimkan surat pengaduan kasus ini ke KPAI, di Jl. Teuku Umar 10-12 Menteng Jakarta Pusat. Yang hadir dari keluarga adalah Ibu korban dan Tante korban dan Keluarga Korban didampingi oleh kuasa hukumnya.

Dalam pertemuan tersebut, KPAI mendapatkan informasi tentang anak korban yang dalam kondisi sehat, meski cukup kelelahan menjalani serangkaian pendampingan psikologi di P2TP2A Bogor, dan pemeriksaan kesehatan termasuk pengambilan sampel darah untuk mencocokan dengan darah pada barang bukti.

Keluarga korban juga mengungkapkan keberatan atas viralnya video korban yang dibuat oleh oknum AN yang hadir ke sekolah korban saat korban merayakan ulang tahunnya di sekolah yang baru. Video tersebut sempat muncul di salah satu TV Swasta meski wajahnya di blur dan viral juga di dunia maya.

Menurut Ibu korban, video dibuat maupun di share tanpa ijin keluarga korban. Untuk itu, Ibu korban meminta KPAI agar membantu memblokir video tersebut di dunia maya, karena keluarga khawatir video tersebut suatu saat dapat di lihat korban seiring korban bertambah usia kelak.

“Takutnya berdampak negatif pada korban, misalnya perasaan malu dan lainnya,” ujar sang Ibu.

Untuk memblokir video yang dimaksud, KPAI tentu harus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kominfo RI, KPAI akan bersurat.
“Ada dua video yang keluarga korban minta di Blokir,” ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut keluarga korban meminta KPAI bersurat kepada Polresta Bogor, Kapolda Jawa Barat dan Kompolnas untuk mendorong kejelasan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak ini segera dituntaskan oleh penyidik.

Reporter : znd

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: