Friday, September 1, 2017

Kampungnya Diacak Penambang, Suku Anak Dalam : Tolong Kami Bertemu Presiden

MITRAPOL.com - Menjelang Hari Raya Idhul Adha, MITRAPOL.com kembali menyambangi Suku Anak Dalam SAD Dharmasraya, kali ini Suku Anak Dalam SAD Dharmasraya mengajak MITRAPOL.com untuk berkunjung ke kampung atau hutan mereka di daerah Sungai Piruko Jernih Dharmasraya.

Para Suku Anak Dalam

Dengan menempuh perjalanan satu jam lewat hutan bersama SAD, belum lama ini Rabu (30/8/2017) dari sungai Bulangan Dharmasraya dan kelompok besar Marni ini tertegun ketika sampai di lokasi kampung hutan mereka. Karena pemandangan kami tertuju pada sungai yang hancur akibat di tambang secara tradisional atau di sebut juga dompeng (PETI).

Salah satu Suku Anak Dalam SAD bernama Torus (20) menangis memandang kampung nya yang telah dirusak itu. 

"Awak lahiu di siko, pusek awak di korek di siko," katanya menahan tangis.

Marni menjelaskan ini kampung nenek moyang kami dari mulai moyang kami yang bernama Tewo dan kampung ini kami sebut kampung Polak Duyan.

“Tapi sekarang lah abih dek dompeng, banyak keturunan dan cucu awak yang lahir di siko,” kata Marni.

Inikah balasan dari orang kota yang selalu memojokkan serta selalu menghabiskan hutan kami, katanya, sampai-sampai kampung nenek moyang kami pun di babat habis. “Disini dulu ada ratusan batang pohon durian yang di tanam nenek kami, mana kepedulian pemerintah yang katanya peduli dan akan menjadikan kami bagian dari Warga Negara Indonesia?” beber Marni dengan nada kesal.

Saksikan Videonya Disini

Saat ditanya mengenai apakah sudah pernah bertemu dengan pemerintah, Marni sebagai Ketua Kelompok Suku Anak Dalam ini mengatakan, Kami sudah selalu ikut acara- acara pertemuan Anak Suku Dalam SAD dengan pemerintah sampai ke Jambi juga dan pernah kami bertemu Gubernur Jambi dan orang pusat.

“Mereka sempat bertanya apa kami sudah mendapat bantuan?, Karna pemerintah sudah pernah mengucurkan bantuan untuk Suku Anak Dalam Dharmasraya,” ujar Marni.

Marni juga menjelaskan dan menjawab kala itu tak pernah ada. Ada juga kami di beri bantuan beras busuk dan tak termakan, serta tanah kami yang di beri Ninik Mamak sampai saat ini tidak di beri surat nya.

“Kami tanya sama Ninik Mamak sudah di kasih surat nya melalui sebuah LSM dan kami tak picayo lagi dengan orang orang yang katonyo peduli kami. Tapi kami selalu di peralat dan kami sudah tak mau lagi ketemu dengan orang daerah yang selalu memanfaatkan kami, kelompok kami ingin besuo langsung dengan Pak Presiden Jokowi, apakah Bapak bisa bantu kami,” tanya Marni kepada Reporter MITRAPOL.com.

Kami nak mambangun kampuang nenek moyang kami kok pak, sambung Marni, tolonglah kami mohon. “Kami akan minta tolong untuk hidup layak ke Presiden karno Presiden jugo membantu suku kami di bangko dan olah pernah datang ke situ,” tambah Marni lagi.


Memang sungguh miris mendengar dan melihat Suku Anak Dalam SAD Dharmasraya yang sampai saat ini keberadaanya terabaikan. Semoga semua kita yang peduli mereka bisa membantu mewujudkan dan memenuhi cita-cita Suku Anak Dalam Dharmasraya untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia dan membangun kampung nya polak duyan kembali.

Reporter : efrizal

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: