Monday, September 11, 2017

Bupati Batang : Lahan Terbuka Hijau Tidak Bisa Diganggu Gugat

MITRAPOL.com - Bupati Batang H. Wihaji S.Ag, mengatakan secara tegas akan menjaga wilayah–wilayah terbuka hijau untuk tidak bisa di ganggu gugat, selain untuk menjaga lingkungan juga agar tetap asri sejuk rindang dan adem, karena kedepan kita juga menginginkan Batang bisa menjadi kota hijau.



Hal tersebut di sampaikan Wihaji, setelah membuka festival hijau kotaku yang berlangsung di Alun–alun Kabupaten Batang Jawa Tengah, Minggu (10/9/2017).

“Ruang terbuka hijau untuk menjaga lingkungan khususnya di Kota Batang karena sebagian Kota Batang suasana panas, maka Gerakan Batang hijau akan kita dukung dan support karena kedepan lingkungan itu penting bagi kelangsungan hidup,” kata H. Wihaji.

H. Wihaji juga menjelaskan, apalagi gerakan Batang Hijau ini muncul dari komunitas pegiat pecinta lingkungan dan pecinta hijau kotaku yang menginginkan Batang menjadi kota yang bersih, Asri, rindang dan hijau, Pemerintah melalui Badan lingkungan hidup juga sudah melakukan berbagai penghijauan baik di pesisir pantai hingga ke pegunungan maupun di lingkungan instansi, sekolah dan pemukiman penduduk di Batang.

“Kami juga mendukung kegiatan FKH (Forum Komunitas Kota Hijau) yang akan membuat Taman Abirawa yang tahun depan akan kita realisasikan, taman tersebut sebagai ikon taman hijau di Kecamatan Batang," kata H. Wihaji.

Ia juga menyampaikan, akan memperbanyak ruang terbuka hijau dengan memanfaatkan lahan tandus atau lahan yang tak terpakai untuk di manfaatkan oleh komunitas FKH dengan di Tanami berbagai macam tanaman.

“FKH ini sangat luar biasa, mereka tanam sendiri tanpa ada biaya dari pemerintah mereka tetap menanam, pemerintah daerah sementara ini hanya mendorong agar komunitas ini bisa melakukan kegiatan penghijauan,“ pungkas H. Wihaji.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Batang Joko Tetuko mengatakan, Festival Batang Hijau salah satu upaya untuk mewujudkan Batang Kota hijau kedepan, karena ini juga merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang yang telah menyampaikan kepada Kementerian PU PR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang akan menunjukan Batang sebagai Kota Hijau.

“Untuk tahun ini kita mulai melakukan aksi hijau dengan menggelar lomba desa dan kelurahan bersih sehat, lomba aksi bersih pantai, kemah pecinta lingkungan dan jambore pecinta alam,” katanya.

Joko Tetuko juga mengatakan, menjadikan Batang sebagai kota hijau tidak bisa di lakukan oleh Pemerintah Daerah saja, tapi perlu dukungan dan kerjasama semua lapisan masyarakat, komunitas pecinta lingkungan dan LSM yang bersama–sama guyub rukun melakukan penghijauan dan mencintai lingkungannya dengan budaya hidup bersih.

“Menjadikan Batang kota hijau merupakan pekerjaan yang tidak ada kata selesai karena butuh proses dan budaya, yang diharapkan budaya menanam serta hidup bersih harus terus di lestarikan, tujuan kita tercapai menjadikan Batang Kota Hijau,” jelasnya.

Menurutnya, bahwa luasan lahan hijau di Batang masih di atas 30% dan secara undang–undang kita masih berlebih dan ini akan kita pertahankan, serta antisipasi alihfungsi lahan yang kita khawatirkan yang akan berakibat Banjir, kekurangan air di musim kemarau.

“Kita akan berusaha terus menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman, pemeliharaan, menyimpan air dengan membuat sumur resapan lubang biopori, serat akan menambahkan ruang terbuka hijau," pungkasnya.

Turut menghadiri Kapolres Batang Polda Jawa Tengah AKBP Juli Agung Pramono, S.H., S.I.K., M.Hum yang diwakili oleh Kasubbagdalops Polres Batang Kompol Suwandi, Kasdim 0736 Batang Mayor Inf Raji.


Nampak sejumlah personel Polsek Batang Kota Polres Batang Polda Jawa Tengah dibantu anggota Sat Sabhara mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

Reporter : irul

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: