Monday, September 18, 2017

Budayakan Birokrasi Bersih dari Korupsi di Tubuh Kemenkum HAM

MITRAPOL.com - Rapat koordinasi unit pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) resmi dibuka pada Minggu malam di Ball Room Hotel Novotel, kawasan TangCity Mall, Kota Tangerang, Minggu (17/9/2017).



Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly secara langsung membuka rapat tersebut dan disaksikan seluruh peserta rapat yang terdiri dari para petinggi Kemenkum HAM. Kegiatan juga dihibur dengan Tari Gebyar Pasundan persembahan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Tangerang.

“Saya mengajak semua saudara disini untuk bertekad bulat dalam rangka memperbaiki kinerja kita dan budaya birokrasi yang bersih dari korupsi maupun pungli,” demikian disampaikan Yasonna Laoly dalam sambutannya.

Menurutnya, Kemenkum HAM merupakan salah satu kementerian yang sangat strategis, karena memiliki banyak pelayanan publik dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Masih banyak keluhan masyarakat dengan kinerja kita, maka dalam hal ini kita tunjukkan keseriusan untuk menangani permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan korupsi dan pungli,” terangnya.

Dilanjutkannya, Kemenkum HAM memiliki tiga pilar utama dalam reformasi hukum, yang pertama mengenai pendataan regulasi, dimana hal tersebut bertujuan agar menghasilkan regulasi-regulasi yang berkualitas dan menghilangkan hambatan sekaligus memudahkan pelayanan publik, yang kedua mengenai pembenahan lembaga aparat penegak hukum agar lebih profesional dan berintegritas, dan ketiga membangun budaya hukum agar tercipta kesadaran hukum masyarakat yang semakin baik termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Ketiga pilar tersebut ada dipundak kita, dan ini berkaitan langsung dengan pelayanan kita kepada masyarakat. Mau tidak mau, suka tidak suka, kalau kita ingin berhasil maka lakukan pembersihan Kemenkum HAM dari upaya-upaya penyimpangan yang melanggar ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, rapat koordinasi ini menjadi evaluasi untuk penguatan lembaga dan mengevaluasi dimana titik-titik rawan yang dapat menimbulkan tradisi lama dan menjebak.

“Kita harus jujur, oleh karena itu saya kira, tanpa ada perubahan sikap mental kita, tanpa ada perubahan dalam diri kita, maka kita akan terjebak kembali dari segala penyimpangan. Dan yang paling penting adalah kita harus merubah mainset, anda tidak akan dapat merubah apapun jika anda tidak merubah cara berpikir Anda,” tandasnya.

Reporter : sukron

SHARE THIS
Facebook Comment

0 komentar: